Pantai Tapak Kera, Destinasi Wisata yang Tersembunyi

6664
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Pantai Tapak Kera, Destinasi Wisata yang Tersembunyi 1
Foto: Ist

Kupastuntas.co – Keindahan alam di tanah Sai Bumi Ruwa Jurai sudah tidak perlu di ragukan lagi. Banyak tempat wisata di Lampung yang sudah terkenal di kalangan wisatawan lokal maupun wisatawan internasional.

Spot wisata yang ditawarkan pun beragam mulai dari pantai, spot untuk snorkling, menikmati keindahan terumbu karang, serta bagi pecinta tracking naik gunung untuk menikmati alam dari ketinggian, pemandangan top view dari gunung beragam, ada yang menyajikan pemandangan hijaunya perbukitan dan hamparan awan hingga pemandangan laut seperti di Gunung Raja Basa dan Gunung Krakatau.

Destinasi wisata di Lampung sangat kaya dan masih banyak tempat yang belum di eksplor. Salah satu contoh spot wisata baru yakni pantai Tapak Kera yang berada di desa Kenjuruan, Merak Belantung, Kalianda, Lampung Selatan. Pantai yang terbilang baru dikalangan para pelancong dan anak muda penyuka jalan-jalan khususnya di Lampung.

Mengapa di namakan Tapak Kera? Menurut cerita Syahril Syah (48) salah satu warga setempat, dulunya pantai ini hidup dan ditempati oleh kawanan kera beberapa puluhtahun yang lalu.

“Jadi dulu dari cerita para tetua, beberpa puluh tahun lalu pantai ini jadi tempat kawanan kera liar hidup, ketika air laut surut mereka menyebrang naik kedaratan untuk mencari makanan dan bermain di daratan. Kawanan kera ini tinggalnya di pulau karang yang ada diseberang pantai,” ujarnya kepada Kupas Tuntas, Kamis (30/3/2017).

Ia menambahkan bahwa penamaan Tapak Kera ini bermula karena lokasi pantai tersebut dijadikan tempat para kera liar untuk beristirahat siang dan bermain.
Pantai Tapak Kera, Destinasi Wisata yang Tersembunyi 1“Dulu warga sekitar menyebut pantai itu dengan julukan Penampan Kekha. Nama tersebut dari bahasa Lampung yang artinya tempat atau wadah para kera istirahat dan berkumpul, mengingat mayoritas warga disini bersuku Lampung Pesisir. Tapi lama-kelamaan banyak penduduk pendatang didaerah sini, lalu mereka menyebutnya bukan penampan, melainkan Tapak Kera,” terang Syahril Syah.

Akses menuju Pantai Tapak Kerapun masih terbilang sulit untuk di lalui, mengingat pantai ini masih belum ada pengelola sehingga jalan yang tersedia masih seadanya saja. Masyarakat sekitar baru memberdayakan para pemuda setempat untuk menyediakan tempat parkir seadanya bagi para pengunjung disalah satu bidang tanah milik warga setempat.

Rute perjalanannya yakni, jika ditempuh dari kota Bandar Lampung memakan waktu sekitar 2 jam lebih. Arahkan kendaraan anda menuju Kalianda, lalu samapai dipertigaan Kalianda Resort belok kanan, ikuti jalan aspal menuju pantai marina. Lalu samapi dipertigaan dusun Kenjuruan ada masjid sebelah kiri dan jalan dari tanah menuju pabrik Biru Laut Khatulistiwa (BLK). Masuk dan lurus saja mengikuti jalan tanah tersebut sekitar kurang lebih 300 meter hingga bertemu jalan setapak. Nah disini anda harus memarkirkan kendaraan anda karena jalan tersebut hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki.

Pantai Tapak Kera, Destinasi Wisata yang Tersembunyi 1Untuk dapat sampai di pantai Tapak Kera, anda harus tracking selama sekitar 10-15 menit menyusuri bukit ladang pertanian jagung milik warga setempat. Terus ikuti jalan setapak naik dan turun bukit sampai bertemu pantai Tapak Kera yang tersembunyi. Perjalan anda akan sedikit terasa licin dan berlumpur jika sebelum nya jalan tersebut sempat terguyur hujan terlebih sepanjang perjalanan  terdapat beberapa titik yang jalannya tergenang air yang berasal dari mata air rawa.

“akses untuk menuju pantai ini memang naik turun bukit, maklum saja jalan setapak ini adalah jalan para petani biasa pergi keladang jagungnya. Jalan yang dilewatipun masih tanah merah,” jelasnya.

Hal serupa di ungkapkan Agung Purnarinata (22), salah satu pengunjung asal Bandar Lampung yang baru pertama kali ke pantai Tapak Kera. Ia mengungkapkan bahwa perjalanan ke pantai Tapak Kera ini membutuhkan persiapan dan perbekalan yang cukup, apalagi mengingat jalan yang di lalui tidak mudah.

“Untuk ke pantai Tapak Kera ini enggak boleh salah kostum, kalau pakaian dan alas kaki yang dipakai menghambat perjalanan, bisa-bisa jatuh terpeleset dijalan. Perbekalan air minum juga harus cukup karena di pantai enggak ada yang jual dan menyediakan air minum dan snack makanan,” ungkapnya.

Agung mengatkan, bahwa setelah sampai di pantai Tapak Kera, kelelahan akan terbayar oleh pemandangan yang di sajikan. Biru nya air laut dengan pasir putih yang terhampar dan jernihnya air dipinggir pantai, serta ombak yang tidak terlalu besar saat surut dan angin yang berhembus sangat menyejukkan badan setelah perjalanan tracking yang telah dilalui.

Dengan latar belakang tebing bebatuan karang besar nan kokoh membentuk seperti pulau kecil yang ada di pinggir pantai makin menambah nilai estetis, sangat cocok untuk dijadikan spot foto bersama teman-teman bahkan untuk foto praweding.

Pantai Tapak Kera, Destinasi Wisata yang Tersembunyi 1“Pantai ini sangat cocok untuk dijadikan spot foto, terlebih banyak sisi-sisi menarik dan iconic dari pantai Tapak Kera yang masih alami. Bebatuan  yang ada disana membentuk pulau kecil dan membentuk dinding-dinding. Berfoto disana tidak kalah keren dengan spot foto seperti di Raja Ampat, Lombok ataupun Bali,” ujar Agung.

Karang yang ada dipantai ini pun secara tidak langsung membentuk kolam renang alami sendiri jika air laut sedang surut.

“Karang yang ada disalah satu sisi pantai membentuk kolam renang alami untuk berenang jika air laut surut, cocok untuk berendam dan bermain air, serasa punya kolam pribadi. Tetapi sangat tidak disarankan untuk berenang jauh dari dipantai jika air laut sedang pasang, sebab deburan ombaknya bisa saja menyeret anda ke bebatuan karang yang ada di pinggir,” tuturnya.

Agung pun menyarankan, sebelumke pergi ke Pantai Tapak Kera di anjurkan untuk membawa persediaan minum dan makanan secukupnya, karena di tempat tersebut belum ada penjual yang menjajakan makanan dan minuman. Pantai yang masih sangat asri ini bisa dikatakan pantai indah yang tersembunyi, mengingat letak dan akses menuju lokasi membutuhkan perjuangan. (Dws)

Tanggapan Anda:

Tanggapan anda: