Umur Otak Bisa Prediksi Kematian Lebih Awal

105
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
lakukan-7-hal-ini-agar-otak-menjadi-tajam
Ilustrasi

Kupastuntas.co – Tim ilmuwan syaraf di London menemukan cara untuk memprediksi kematian manusia berdasarkan volume jaringan otak. Dengan kata lain tim ilmuwan akan mengenali proses penuaan otak seiring dengan bertambahnya usia seseorang.

Jika usia otak lebih tua ketimbang usia kelahiran manusia itu sendiri, maka risiko kematian muda menjadi lebih besar.

Pemindaian otak yang dilakukan diharapkan bisa menjadi alat untuk mengidentifikasi risiko penurunan kognitif dan harapan hidup hingga lebih dari usia 80 tahun.

Dengan kata lain, ilmuwan mengklaim temuan ini bisa membantu dokter memberi peringatan dini bagi pasien yang berisiko menghadapi kematian muda, hanya dengan melakukan analisa otak.

James Cole, peneliti dari Departemen Kedokteran, Imperial College London menganalisa lebih dari 2.000 analisa terhadap sekelompok remaja di Skotlandia. Hasilnya, banyak dari remaja yang memiliki usia otak lebih tua ketimbang umur mereka sendiri.

Tim peneliti memprediksi mereka yang memiliki otak berusia lebih tua mengindikasikan adanya masalah pada kesehatan mental dan fisik.

Cole menegaskan temuannya itu akan berimbas pada kematian yang bisa datang lebih cepat. Dalam penelitian tersebut, Cole dan rekan penelitinya melakukan pemindaian otak terlebih dahulu untuk mengestimasi usia otak seseorang.

Hasil pemindaian kemudian akan dibandingkan dengan mesin yang mempelajari algoritma.

Menariknya Cole dan tim juga menemukan otak pria cenderung berusia lebih tua daripada wanita. Dari hasil pemindaian menunjukkan perbedaan usia otak pria delapan tahun lebih tua ketimbang wanita yang hanya dua tahun lebih tua dari usia fisik mereka.

Dalam temuan ini otak manusia yang berusia lebih tua dari umur mereka sebenarnya akan diberi skor yang lebih rendah. Temuan ini disebut Cole dapat membantu dokter ketika memetakan permasalahan keehatan pasiennya.

Terlebih saat berbicara kesehatan, banyak orang yang hanya mempertimbangkan kemampuan fisik saja, tanpa melihat kemampuan organ dalam.

“Dalam jangka panjang akan lebih bagus saat dokter bisa memetakan potensi seseorang berdasarkan hasil scan otak. Hal ini bisa membantu mereka mengubah gaya hidup dan berpotensi memperpanjang usia mereka,” ungkap Cole seperti dilansir The Sun.

Namun begitu, ia memastikan hasil riset ini masih harus disempurakan jika ingin melakukan prediksi yang lebih akurat untuk memetakan harapan hidup seseorang. Demikian cnnindonesia. (*)

Tanggapan Anda:

Tanggapan anda: