Ingin Rekreasi ke Luar Angkasa? Jeff Bezos Gawangi Blue Origin Wisata Antariksa

148
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Blue Origin

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Selain Amazon yang jadi bisnis utamanya, Jeff Bezos juga menggawangi Blue Origin perusahaan yang bergerak di wisata antariksa. Perusahaan teknologi tinggi ini lahir pada tahun 2000.

“Saya ingat menonton peluncuran Apollo 11 saat saya berusia 5 tahun. Ini adalah salah satu alasan ketertarikan saya terhadap sains, engineering dan ekplorasi,” kata pria yang sempat beberapa jam lalu menyalip kekayaan Bill Gates.

Blue Origin fokus membuat pesawat antariksa untuk turis yang bisa digunakan berkali-kali. Sedikit demi sedikit, ambisinya itu mulai terwujud.

Pada November 2015, roket bernama New Shepard yang dikembangkan perusahaan itu, berhasil mengangkasa sampai seratus kilometer dan mendarat secara vertikal tanpa celaka. Pencapaian yang tak bisa dianggap remeh.

Roket itu mendarat vertikal sangat dekat dengan tempat diluncurkan wilayah Texas, meski ada tantangan berupa hembusan angin yang kencang. Blue Origin pun memberi pernyataan kuat, mereka siap bersaing di teknologi pesawat wisata luar angkasa.

Karena bisa dipakai berulangkali, maka biaya untuk wisata ke luar angkasa nantinya dapat ditekan. Menurut Bezos, membuat roket yang bisa terus dipakai bukan perkara gampang sehingga New Shepard adalah pencapaian besar.

“Untuk bisa digunakan lagi sepenuhnya diisi dengan bahan bakar untuk mencapai sesuatu yang mendekati operasional pesawat biasa,” kata pria berkepala pelontos itu.

“Saya yakin ini adalah jaman keemasan baru dalam eksplorasi angkasa. Jaman keemasan pertama adalah tahun 60-an. Kita berada di jaman keemasan soal roket. Saya yakin suatu hari semua roket akan memiliki landing gear,” papar Bezos.

“Kami akan melakukan banyak uji coba sebelum siap untuk mengangkut manusia di dalamnya. Kami akan melakukan berbagai penerbangan yang menantang. Harapannya beberapa tahun dari sekarang, kami bisa memasukkan manusia di New Shepard dan membawa mereka ke angkasa,” tambahnya.

Belum lama ini, Blue Origin kembali menujukkan pencapaiannya. Blue Origin akan mulai melakukan uji coba menerbangkan Boeing’s Starliner, kendaraan berbentuk kapsul yang akan melakukan perjalanan wisata ke luar angkasa.

“Calon penumpang yang sudah membayar akan menyusul setelahnya, ketika New Shepard siap diterbangkan,”kata Bezos.

Belum diketahui berapa tiket perjalanan luar angkasa menggunakan New Shepard. Namun sebagai perkiraan, Virgin Galactic milik Richard Branson menawarkan wisata luar angkasa seharga USD 250 ribu atau sekitar Rp 3,3 milyar/orang.

Nantinya, turis dibawa dengan kapsul yang diangkut roket New Shepard, kemudian dilepaskan di ruang angkasa. Jika ada sesuatu terjadi di roketnya, kapsul itu mampu memisahkan karena juga punya mesin roket sendiri.

Turis yang berminat nantinya memang hanya akan berkesempatan melihat suasana angkasa selama sekitar 4 menit sebelum kapsulnya kembali turun ke bumi. Tapi tetap saja itu adalah pengalaman yang sangat sukar didapatkan sehingga diprediksi banyak peminatnya.

Roket yang dikembangkan Blue Origin akan lebih canggih lagi dan bisa terbang lebih tinggi ke orbit bumi. Bezos memimpikan suatu hari, perjalanan wisata ke luar angkasa adalah hal biasa dan mungkin saja, manusia akan menjadikan angkasa tempat tinggalnya.

“Visi jangka panjangnya adalah melihat kehadiran manusia di luar angkasa. Kami ingin menyaksikan jutaan manusia hidup dan bekerja di angkasa,” pungkas Bezos. (Dtc)

Tanggapan Anda:

Tanggapan anda: