Beranda Pariwisata

Jasa Traveling di Lampung Masih Bergerak Sendiri

111
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/pariwisata/2018-02/jasa-traveling-di-lampung-masih-bergerak-sendiri-01.jpg
ilustrasi

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Salah satu pelaku usaha jasa traveling di Lampung, Damar Singgih mengaku selama ini belum pernah ada sosialisasi maupun kerja sama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Lampung terkait pengembangan wisata maupun pelatihan guide.

Bahkan, penyeberangan dari Ketapang ke Pulau Pahawang adalah Pokdarwis (kelompok sadar pariwisata). “Selama ini kami tidak pernah digandeng oleh Dinas Pariwisata untuk pelatihan tour guide. Mungkin saja kegiatan itu ada, tapi informasi ke kami enggak pernah sampai,” kata Damar.

Pemilik Lampung Travelling ini pun tak menampik, saat ini banyak orang yang membuka usaha tour traveling, karena potensi wisatawan yang terus meningkat. Tapi sayangnya, kebanyakan yang membuka usaha itu justru belum memahami sektor pariwisata itu, bahkan belum tahu tata cara menjadi tour guide. Akibatnya, para pengunjung dengan seenaknya datang dan tak jarang meninggalkan kerusakan pada terumbu karang.

“Saat ini banyak tour guide baru, tapi tujuannya cuma bawa tamu (wisatawan, red) berangkat, mereka tidak tahu tentang spot, tamu juga nggak diajari menjaga lingkungan. Ini juga sangat kita sayangkan sebenarnya,” jelas dia.

Untuk para tour guide yang sudah senior, sambung dia, sudah mengetahui hal tersebut, dan yang terpenting selalu memberikan panduan saat pengunjung akan snorkeling.

Terkait belum adanya pusat-pusat souvenir, Damar juga membenarkan hal itu, terutama di Pahawang. Adanya di daerah Ketapang tetapi itu pun hanya sekedarnya. Kerjasama antara tour guide dengan warga di Pulau Pahawang baru sebatas menyediakan makan siang bagi para wisatawan. “Untuk souvernir khas daerah memang belum ada. Ini mungkin karena warga belum diberi pelatihan. Di sini harusnya Dinas Pariwisata berperan,” pungkasnya. (Tampan)

Facebook Comments