Bahas Hutang Jokowi, Anggota DPRD dari Gerindra dan PDIP Nyaris Adu Pukul
Kupastuntas.co, Tanggamus – Gara-gara membahas utang Negara di masa pemerintahan Joko Widodo, suasana gedung Rapat panitia khusus (Pansus) aset daerah DPRD Tanggamus, Selasa (3/4/2018), memanas.
Anggota Komisi II DPRD Tanggamus, Herlan Adianto dan anggota Komisi IV, Herwansah, terlibat adu mulut dan nyaris baku hantam.
Informasi yang dihimpun Kupastuntas.co, insiden memalukan ini terjadi sesaat menjelang rapat panitia khusus (Pansus) aset daerah DPRD Tanggamus, dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tanggamus, yang akan membahas aset daerah, sekitar pukul 11.00 WIB.
Saat itu, Herlan (Gerindra) dan Herwansah (PDIP) terlibat percakapan seru.Percakapan kedua anggota dewan ini semakin memanas, saat menyinggung masalah hutang piutang Negara di era presiden Joko Widodo, dan adu mulut pun terjadi. Entah siapa yang memulai, keduanya lantas terlibat saling dorong.
Beruntung saat itu, Kurnain, dan anggota dewan lainnya dengan sigap melerai adu mulut yang hampir berujung baku hantam itu. Sebab, baik Herlan maupun Herwansah saat itu sudah sangat emosional.
"Kalau saja kami tidak melerai kedua belah pihak, kami tidak tahu apa yang akan terjadi," kata Kurnain, anggota DPRD setempat.
Menurut Kurnain, usai melerai pertengkaran dua rekannya tersebut, ia didatangi Herlan Adianto. Kepadanya Herlan mengatakan akan melaporkan peristiwa ini ke Polres Tanggamus.
"Herlan bilang sama saya akan melaporkan Herwansah ke Polres Tanggamus, bila dia (Herwansah) tidak mengajak damai,"kata Kurnain.
Sementara menurut Herlan, debat atau adu argumen di kalangan anggota dewan itu adalah hal biasa.
"Tapi kalau masalah tadi (pertengkaran), saya no comment. Kita lihat saja besok perkembangannya,”ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Herwansah menjelaskan, sebenarnya saat itu dia dan Herlan terlibat percakapan biasa dengan pihak BPKAD Tanggamus. Karena saat itu ada kepala BPKAD, Hilman Yoscar dan beberapa anggota DPRD, membahas pansus aset.
"Tetapi saat pembicaraan, Herlan menurut saya sudah menghina lambang negara yaitu Presiden. Saya katakan dengan Herlan, sudahlah jangan diteruskan omongannya, nggak enak dengarnya. Tapi dia terus mencecar omongan saya dan mengatakan saya punya hak bicara di sini,” ujar Herwansah menirukan omongan Herlan.
Herwansah menambahkan, omongan Herlan sudah mulai memancing emosinya, terlebih saat Herlan berkata ‘anda yang tua saja berani, apalagi saya yang lebih muda’. Kalimat itu membuat Herman emosi. Dia lalu menghampiri Herlan dan terjadilah keributan itu.
"Omongan Herlan itu sudah keterlaluan, sudah memancing emosi saya. Beruntung keributan itu dilerai oleh kawan-kawan anggota DPRD yang hadir,” pungkasnya.
Dimintai komentarnya, Pengamat Politik dari Universitas Lampung, Yusdianto menilai, dua anggota dewan yang nyaris adu jotos tersebut belum dewasa dalam berpolitik. Menurutya, sikap seperti itu tidak menunjukkan sebagai wakil rakyat. Sebab ego untuk menyampaikan pendapatnya disampaikan dengan sikap kekanak-kanankan.
“Adu argumen boleh apabila untuk menyampaikan permasalahan untuk kepentingan rakyat. Namun adu argumen tersebut jangan kebablasan,”ujar Yusdianto.
Seharusnya adu argumen dilakukan dengan musyawarah mufakat, sehingga sesuai dengan penerapan sila ke-4 dalam Pancasila.
Terlebih, kata dia, persoalan yang dibahas adalah ego pribadi dan partai, bukan masalah di lingkungan masyarakat.
“Meributi masalah hutang negara kan ego pribadi. Lucu saja kalau menampilkan sikap yang kekanak-kanakan,”katanya, Selasa (3/4/2018) malam. (Wanda)
Berita Lainnya
-
Air Mata Haru Iringi Pelepasan 249 Jemaah Haji Tanggamus ke Tanah Suci
Kamis, 07 Mei 2026 -
Angka Putus Sekolah di Tanggamus Tembus 2.256 Siswa
Kamis, 07 Mei 2026 -
Rekrutmen Magang ke Jepang Dibuka di Tanggamus, Pendaftar Tembus 150 Orang
Kamis, 07 Mei 2026 -
PN Kota Agung Batalkan Status Tersangka Dua Warga, IKADIN Lampung Apresiasi Perjuangan Advokat LBH Tanggamus
Rabu, 06 Mei 2026








