Banjir Rendam Dua Kecamatan di Pesawaran
Kupastuntas.co, Pesawaran – Dua Kecamatan di Kabupaten Pesawaran kembali terendam banjir. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesawaran Mustari saat ditemui Kupas Tuntas, Rabu (4/4/2018).
"Ya, akibat guyuran hujan semalam ada belasan desa yang ada di dua Kecamatan yaitu Padang Cermin dan Way Ratai terendam banjir," ungkapnya.
Menurutnya, dari data sementara ada delapan desa di Kecamatan Padang Cermin yang terendam banjir. "Kalau di Kecamatan Padang Cermin ada delapan desa yaitu Desa Trimulyo, Tambangan, Hanaubrak, Khepong jaya, Padang Cermin, Banjaran, Durian dan Sanggi. Tapi kalau untuk Kecamatan Way Ratai kami belum data semua," ujarnya.
Ditambahkannya, saat ini ketinggian air sudah berangsur surut. "Dari informasi anggota saya yang berada di lokasi, saat ini air sudah surut hingga sampai mata kaki, dimana sebelumnya ketinggian air ada yang mencapai satu meter," tambahnya.
Ia juga mengaku bahwa, sebelumnya pihaknya telah memberikan Warning terhadap sejumlah daerah yang dianggap rawan bencana.
"Kita sudah Warning memang sebelumnya, sebab, daerah itu memang menjadi salah satu daerah rawan bencana, disitu juga kita memang sudah dibuatkan sejumlah jalur evakuasi," jelasnya.
Kendati demikian, kata dia, sampai sejauh ini tidak ada korban jiwa akibat musibah tersebut. "Tidak ada korban jiwa, hanya sebagian besar korban rumah terendam saja. Selain itu kita juga sedang melakukan pendataan terhadap korban yang terkena dampak banjir," katanya.
Ia pun menghimbau, kepada seluruh masyarakat untuk dapat terus waspada. "Memang kami telah berkoordinasi dengan BMKG bahwa hujan masih akan terjadi hingga pertengahan bulan April 2018, sehingga terhadap daerah rawan banjir harap terus waspada," imbaunya.
Selain itu, ia menerangkan bahwa, kesadaran masyarakat akan kelestarian dan kebersihan lingkungan dapat terus ditingkatkan.
"Sebenarnya salah satu faktor yang paling berpengaruh untuk mengantisipasi bencana adalah bagaimana masyarakat dapat menjaga lingkungan, seperti memastikan kelancaran aliran air disekitar rumah," terangnya. (Reza)
Berita Lainnya
-
Mengapa Pelaku Penembakan Polisi Memilih Bersembunyi di Wilayah Teluk Hantu?
Sabtu, 16 Mei 2026 -
250 Pemuda Tridharma Digembleng di Markas Marinir Lampung, Siap Jadi Generasi Tangguh
Selasa, 05 Mei 2026 -
Kunjungan Kerja Anggota Komisi III DPR RI Sudin di Pesawaran dan Bandar Lampung: Ingatkan Warga Jauhi Narkoba, Pinjol dan Judol
Sabtu, 02 Mei 2026 -
Kronologi Kecelakaan Beruntun 8 Kendaraan di Jalinbar Pesawaran, Dipicu Fuso Rem Blong
Selasa, 28 April 2026








