Beranda Pendidikan

Masuk 10 Besar Tingkat Nasional, Kuota Bidikmisi Lampung Paling Kecil

1566
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares
https://www.kupastuntas.co/files/IMG_6405.jpg
Ketua Panitia Pusat SNMPTN 2018 Ravik Karsidi. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2018 resmi diumumkan, Selasa (17/4/2018) sore. Selain itu diumumkan juga Perguruan Tinggi Negeri yang menerima mahasiswa terbanyak dan kuota penerima beasiswa Bidikmisi per daerah.

Dari 10 besar provinsi penerima bantuan pendidikan miskin berprestasi (Bidikmisi), Lampung jadi daerah yang kuotanya paling sedikit, jumlah hanya ratusan orang. Berdasarkan data yang dirangkum, posisi pertama ditempati Provinsi Jawa Tengah 2.515, disusul Jawa Timur 2.420, Aceh 2.258, Jawa barat 2.138, Sumatera Barat 1.705, dan Sumatera Utara 1.692. Kemudian Sulawesi Tenggara 1.647, Sulawesi Selatan 1.138, Sulawesi Utara 928, dan Lampung 850.

Adapun, total calon mahasiswa baru yang lolos dari jalur SNMPTN 2018 sebanyak 110.946 peserta. Dari jumlah itu, 28.069 orang di antaranya merupakan peserta yang memperoleh Bidikmisi.

“Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi yang dilakukan panitia pusat dari jumlah pendaftar 586.155 siswa,” kata Ketua Panitia Pusat SNMPTN 2018 Ravik Karsidi, di Gedung Kemenristek Dikti, Selasa (17/4/2018).

Bidikmisi merupakan bantuan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi. Namun, memiliki potensi akademik untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi pada program studi unggulan sampai lulus tepat waktu.

Selain itu, Ravik mengatakan siswa yang mengikuti SNMPTN melalui Bidik Misi dan belum lolos dapat mengikuti SBMPTN.

“Kepada para siswa yang belum diterima melalui SNMPTN 2018 masih mendapat kesempatan mengikuti SBMPTN 2018, yang pendaftarannya akan ditutup pada 27 April 2018,” kata Ravik Karsidi.

Menurut Ravik, mereka tidak akan dikenai biaya pendaftaran. “Yang telah mendaftar Bidikmisi tetapi tidak lulus SNMPTN 2018, apabila mengikuti SBMPTN 2018, maka yang bersangkutan dibebaskan dari biaya pendaftaran,” ujar Ravik.

Diminta tanggapannya, Humas SNMPTN Universitas Lampung, M Komarudin mengatakan, kuota Bidikmisi Lampung yang mencapai 850 kursi sudah lumayan banyak dan meningkat dibanding tahun lalu. Bahkan peringkat Lampung yang masuk 10 besar nasional juga patut diapresiasi.

“Bidikmisi ini kan untuk 78 PTN se-Indonesia, jadi kalau Lampung masuk 10 besar itu sudah bagus, meski dari 10 besar kita yang paling kecil. Tahun lalu kalau nggak salah kita masih peringkat 17,” kata dia. (Tampan)

 

Facebook Comments