Penuh Haru, Anak Panti Asuhan Hairul Amanah Tampilkan Teater Bertema Kematian

968
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/WhatsApp-Image-2018-04-29-at-12.06.38.jpeg
Penampilan Teater Anak-anak Panti asuhan Khairul Amanah, dalam acara pembukaan Charity Night di FEB Unila, Sabtu (27/04/2018). Foto: Sule/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Puluhan Pasang Mata berlinangan air mata  di acara pembukaan konser amal Charity Night Manajemen Expo di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung (Unila), Sabtu (23/04/2018).

Anak-anak dari panti asuhan Hairul Amanah berhasil membuat mata penonton yang hadir dalam acara pembukaan konser amal yang dihadiri oleh dekan Fakultas Ekonomi tak henti-hentinya menangis.

Dari pantauan Kupastuntas.co, puluhan pasang mata penonton tak kuat menahan air mata saat melihat pertunjukan Teater yang berjudul “Ruang Tunggu” yang menceritakan tentang kerinduan dari jasad-jasad manusia yang telah meninggal dunia untuk meminta dikunjungi oleh keluarganya dan meminta di doakan.

“Lihatlah, itu saudaraku yang mengirimkanku cahaya, tak ada yang lebih sempurna selain rindunya dikunjungi” ucap Fia salah satu aktor yang menikmati lantunan surat Yasin yang menggema sebagai back sound dalam pementasan tersebut.

Aidila Dasyifa, koordinator acara Charity Night mengungkapkan pembukaan ini merupakan salah satu rangkaian acara konser amal nanti malam, dan penampilan teater ini merupakan persembahan dari anak-anak panti asuhan yang kami jadikan tempat dalam bakti sosial. Selain memberikan bantuan anak-anak juga kami bekali beberapa bidang ilmu, baik itu akademis maupun non akademis.

“Hasil dari perjuangan kami (panitia) dan anak-anak untuk terus tekun belajar dan berkesenian, Alhamdulillah hampir dari separuh tamu undangan yang hadir menitikkan air mata saat menonton pertunjukan teater itu,” ungkapnya.

Aidila juga mengungkapkan terimakasih banyak kepada teman-teman dari komunitas sastra suka cipta (Kosakata) yang telah membantu kami untuk mengajari anak-anak panti dalam bermain teater dengan tema yang bagus, sehingga membuat tangis para penonton.

“Kita bisa liat sendiri, banyak yang menangis, karena cerita yang dibawa sama adik-adik panti, mungkin ingat dengan saudara yang sudah meninggal atau terharu karena melihat anak-anak panti yang bagus pentasnya”, kata dia. (Sule)

Tanggapan Anda: