Rektor Unila Sambut Kedatangan Peneliti Seni Lampung Asal Australia

1892
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Prof. Dr. Hasriadi Mat Akin, M.P. (baju putih), menyambut kehadiran peneliti asal Australia, Prof. Margaret J. Kartomi di Ruang Sidang lantai II Rektorat, Unila, Rabu (11/07/2018). Foto: Ist/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandarlampung – Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Hasriadi Mat Akin, M.P., menyambut kehadiran peneliti asal Australia, Prof. Margaret J. Kartomi di Ruang Sidang lantai II Rektorat, Unila, pada Rabu (11/07/2018).

Kunjungan professor of music dari Monash University di Kampus Unila ini dalam rangka sosialisasi rencana penerbitan buku bertajuk “Keindahan Seni Pertunjukan Lampung”.

Di kesempatan itu Rektor menyampaikan ucapan selamat datang pada peneliti yang mendapat gelar adat Ratu Berlian Sangun Anggun ini. Ia mengaku sangat terkesan dengan Prof. Margaret yang secara tak langsung ikut melestarikan sekaligus mengenalkan budaya Lampung ke mata dunia.

“Beliau sudah mendapat gelar adat. Jauh-jauh dari Australia menggali kajian akademik dari semua aspek kesenian Lampung. Saya kira ini tantangan bagi jurusan sosiologi, pendidikan seni tari, seni musik Unila, supaya bahasa Lampung bisa menjadi bahasa kebanggaan, bahasa persatuan warga Lampung,” ungkapnya.

Sementara itu di hadapan para dosen dan mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni Unila, Prof. Margaret menceritakan sudah delapan kali datang dan mengelilingi Lampung sejak tahun 1980 silam. Saat itu ia mengenal gamolan dan sejak itu ia mengaku mulai tertarik melakukan penelitian tentang seni budaya Lampung.

Baca Juga: Sudah Pertengahan Tahun 2018, PAD Pemkot Bandarlampung Belum Capai 50 Persen

Professor and Chairperson in the Department of Music ini juga mengungkapkan pihaknya sudah hampir rampung menulis buku tentang kesenian Lampung, namun masih memerlukan masukan atau saran, khususnya dari para akademisi Unila sehingga buku yang rencananya rilis dalam dua bahasa inggris dan bahasa indonesia itu dapat dibaca oleh umum maupun turis asing.

“Setidaknya langkah ini menyelamatkan generasi muda Lampung di masa yang akan datang, tentang asal usul mereka,” kata dia.

Tak hanya itu, agenda lain yang turut dipaparkannya yakni mengenai pelaksanaan Konferensi Internasional dan pameran di Monash University, Australia pada 2020 mendatang, mengenai seni budaya Lampung. (Rls)

Tanggapan Anda: