Beranda Daerah Lampung Tanggamus

Tak Kunjung Ada Perbaikan, Pasar Baru Kotaagung Kumuh

98
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
http://www.kupastuntas.co/files/4-90.jpg
Para pedagang melakukan penimbunan di Pasar Baru Kotaagung yang becek, Senin (27/08/2018). Foto: Sayuti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus – Pengunjung dan pedagang Pasar Baru Kotaagung, Kabupaten Tanggamus mengeluhkan kondisi jalan di pasar yang rusak parah dan becek.

“Sudah bertahun-tahun jalan di pasar Baru atau pasar sayur ini dibiarkan rusak. Sudah bosan kami mengusulkan perbaikan, tapi tidak ada tindak lanjutnya. Kalau hujan jalan juga becek,” kata Sudir, salah seorang pedagang, Senin (27/08/2018)

Yuli, pedagang lainnya menuturkan, saat sering turun hujan seperti beberapa hari ini jalan tersebut menjadi kubangan air sehingga untuk lalu lintas mengalami kendala. Dan air akan terbawa kemana-mana dan membuat kondisi pasar menjadi becek dan kotor.

BACA: Polisi Pertimbangkan Deklarasi #2019GantiPresiden di Lampung

BACA: Pencak Silat Sumbang Emas Terbanyak di Asian Games 2018

“Sudah jalannya sempit, ditambah rusak dan diperparah becek serta kotor, maka komplitlah sudah. Kalau kendaraan mau lewat bahkan pejalan kaki harus milih-milih, karena salah-salah bisa jatuh,” katanya.

Mengantisipasi genangan dan jalan becek yang ada di kawasan pasar tersebut, atas inisiasi para pedagang dan warga, akhirnya berbenah dilakukan penimbunan menggunakan pasir.

“Sudah capek kami usulkan perbaikan, yang ada cuma ditinjau kemudian diukur, tapi tidak pernah diperbaiki. Makanya kami putuskan menimbun pakai pasir,” kata Sahril, pedagang lainnya.

BACA: Sekkab Lampung Timur Dorong Peningkatan Kinerja ASN

BACA: Ini Kata Polisi Terkait Bacaleg ‘Bermasalah’ di Pesawaran

Mereka berharap Pemkab Tanggamus secepatnya membangun jalan ini dengan cor beton. “Yang tepat di cor beton, jangan di aspal. Kalau ditimbun ini paling turun hujan sudah habis,” kata Siti, pedagang lainnya.

Rahma, salah seorang pengunjung mengaku malas untuk berbelanja di pasar sayur itu. “Sudah jalannya sempit, becek dan kotor lagi. Jadi malas belanja di pasar itu,” katanya. (Sayuti)

Facebook Comments