Beranda Nasional

KPK Minta Pejabat Laporkan Gratifikasi Tiket Asian Games

54
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Juru bicara KPK RI, Febridiyansah. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – KPK tetap meminta pejabat yang menerima tiket Asian Games 2018 melaporkan gratifikasi tersebut. Pelaporan disebut KPK sebagai langkah pencegahan korupsi.

“UU tidak mengatur batasan nilai gratifikasi. Jadi berapa pun nilai tiket, kalau penerimaan tersebut berhubungan dengan jabatan, hal tersebut gratifikasi yang wajib dilaporkan,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (28/8/2018).

BACA: Penggunaan Dana Desa Tiyuh Tirta Kencana Tubaba Bermasalah

BACA: Deddy Mizwar Jadi Jubir Jokowi-Ma’ruf, Tim Prabowo Siapkan ‘Senjata’

Febri menerangkan, nilai nominal Rp 10 juta bukan batasan boleh-tidaknya gratifikasi diterima. Mengutip Pasal 12B UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Febri menyebut, bila gratifikasi yang diterima lebih dari 10 juta, berlaku pembuktian terbalik di pengadilan.

“Jika di bawah Rp 10 juta, berlaku pembuktian seperti hukum acara umum yang berlaku,” sambungnya.

BACA: Rupiah Tergelincir ke Rp14,600 Saat Dolar AS Melemah

BACA: Marak Peredaran Benih Bawang Putih Palsu, Kenali Modusnya

Pelaporan gratifikasi, ditegaskan Febri, menjadi upaya KPK melakukan pencegahan korupsi.

“KPK mengimbau pihak-pihak yang menerima agar melaporkan kepada KPK. Jika ada niat baik dan kesadaran melapor, tidak perlu ada sanksi administratif ataupun pidana,” sambungnya. (Detik.com)

Facebook Comments