Kunjungi UIN Lampung, ITERA Pelajari Pembuatan Biopori di Lingkungan Kampus

75
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Suasana ketika beberapa dosen ITERA belajar cara pembuatan biopori di UIN Lampung, Rabu (29/8). Foto : Wanda/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Beberapa perwakilan dosen ITERA Lampung menyambangi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Rabu (29/8/2018).
Kedatangan mereka untuk belajar dan melihat proses pembuatan biopori (sumur resapan) yang ada di UIN yang nantinya akan diterapkan di Kampus ITERA.

Diketahui, UIN saat ini menerapkan visi dan misi sebagai kampus hijau, selain memperbanyak pohon dan embung, UIN juga merupakan kampus yang memiliki jumlah biopori terbanyak di lingkungan kampus se-Lampung, yakni sebanyak 5000-an biopori.

Rektor UIN Lampung, Moh Mukri yang diwakilkan oleh Kabag Umum UIN Puji Raharjo, Dosen Biologi UIN Eko Kuswanto, dan Koordinator Lapangan terkait biopori Daliin menjadi perwakilan untuk menerangkan tentang biopori kepada dosen dari ITERA.

Puji menerangkan, sejak tahun 2017 UIN mulai mencoba pemasangan biopori yang diawali oleh praktek mahasiswa biologi, sejak saat itu pemasangan biopori mulai terus dilakukan dengan intens sampai saat ini.

“Saat ini hampir semua lahan di UIN sudah terpasang biopori, karena setiap bulan kami targetkan pemasangan hampir 500 biopori,”kata Puji.

Dengan adanya biopori ini, akan mencegah terjadinya banjir saat musim hujan, serta mencegah danau atau embung di lingkungan UIN tidak kering saat musim kemarau.

“Dulu sebelum ada biopori, beberapa titik lingkungan kampus sering banjir. Banyak kegunaan pemasangan biopori ini, karena memang bagus untuk resapan air,”katanya.

Selain biopori, UIN juga selama ini terus menerapkan konsep kampus hijau, yakni dengan terus melakukan penanaman pohon, sampai pelarangan penambahan gedung di lahan baru.

“Oleh karenanya saat ini perbandingan lahan terbuka hijau lebih banyak dibanding bangunan, yakni 70 persen RTH dan 30 persen bangunan,”kata Puji.

Sementara itu, perwakilan dosen ITERA, Alawiyah mengatakan, memang kedatangan ITERA ini, untuk mencontoh pemasangan biopori yang baik di lingkungan kampus.
Menurutnya, dipilihnya UIN untuk dijadikan contoh, karena kontur tanah UIN dan ITERA memiliki kesamaan.

“Kami saat ini sedang menerapkan konsep hijau, oleh karena itu sebelum melakukan pemasangan biopori, ya kami belajar dulu terkait jumlah batasan, dan pengaruhnya keberadaan biopori di lingkungan kampus,”katanya. (Wanda)

Tanggapan Anda: