Kanker Limfoma, Kanker Nomor 7 yang Sering Diderita Orang Indonesia

51
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/kota-bandar-lampung/2018-02/berikuit-6-fakta-kanker-yang-kebanyakan-orang-belum-ketahui-01.jpg
ist

Kupastuntas.co, Jakarta – Tanggal 15 September setiap tahunnya diperingati sebagai hari kanker limfoma sedunia. Mungkin jenis kanker ini tak terlalu umum terdengar, di luar kanker yang paling umum dijumpai seperti serviks, paru-paru, hati, dan payudara.

Hanya saja kenyataannya, jenis kanker getah bening ini ternyata menjadi kanker nomor tujuh yang paling sering diderita orang Indonesia.  Di Indonesia, penderita limfoma mencapai 14.905 jiwa berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013.

Mengutip Healthline, limfoma merupakan kanker darah dalam sistem limfatik yang menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening. Sistem limfatik termasuk salah satu bagian penting untuk kekebalan tubuh manusia.

Baca Juga: Bhabinkamtibmas Polres Lampung Utara Gelar Baksos Kesehatan

Dengan bantuan sel-sel darah putih dalam sistem limfatik, antibodi tubuh terbentuk sempurna. Jika sel-sel darah putih terserang kanker, maka sistem kekebalan tubuh akan menurun drastis hingga rentan mengalami infeksi.

Banyak orang menduga limfoma serupa dengan kanker darah atau leukemia pada umumnya. Namun, faktanya limfoma dan leukemia adalah dua jenis kanker yang berbeda.

Leukimia berawal dari sel pembentuk darah dalam sumsum tulang belakang. Sementara limfoma berawal dari sel-sel darah putih limfosit sebagai pembentuk kekebalan tubuh.

Ada dua jenis limfoma berdasarkan jenis sel limfosit yang terserang, yaitu limfoma Hodgkin dan non-Hodgkin.

Limfoma non-Hodgkin adalah jenis yang paling umum ditemui. Di Indonesia, data Globocan menyebut jenis limfoma non-Hodgkin merupakan kanker nomor tujuh yang sering dijumpai. Sementara Hodgkin hanya mengambil 20 persen dari kasus limfoma.

Baca Juga: Kuota CPNS Lampung Utara 332 Kursi

Sama seperti jenis kanker lainnya, pengobatan limfoma dilakukan dengan kemoterapi, imunoterapi, atau terapi radiasi. Sayangnya, terapi ini tak bisa dilakukan pada pasien dengan riwayat medis tertentu, seperti jantung.

Sebagai jawaban, limfoma bisa diatasi dengan terapi bendamustin yang sudah mulai diproduksi di Indonesia. Obat ini sebenarnya telah ditemukan sejak 50 tahun lalu, tapi hanya terbatas di Jerman. (cnn)

Tanggapan Anda: