Beranda Nasional

ACT Fokus Kembalikan Keceriaan Anak-anak Korban Gempa dan Tsunami Palu

66
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Senior Vice Presiden ACT, Syuhelmaidi Syukur (kiri) bersama Kepala Kelurahan Duyu, Nurdin F. Adam (kanan) saat groundbreaking Integrated Community Shelter (ICS), di di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (25/10). Foto: Erik/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Palu Barat –¬†Peristiwa bencana alam selalu menyisakan rasa trauma bagi setiap korban yang selamat. Seperti gempa bumi misalnya, kebanyakan masyarakat terutama anak-anak merasakan enggan untuk kembali ke tempat tinggalnya semula lantaran takut gempa susulan terjadi.

Guna mengatasi hal tersebut, pemulihan trauma (trauma healing) tentunya sangat lah diperlukan selain kebutuhan bahan pokok bagi para pengungsi. Sehingga peran dari relawan menjadi penting untuk mengembalikan keceriaan.

Pasca gempa dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) beberapa waktu lalu, membuat masyarakat yang terkena dampak harus mengungsi. Posko pengungsian di Kelurahan Tipo, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu Barat ini merupakan lokasi dengan jumlah pengungsi anak-anak terbanyak dibandingkan pada posko pengungsian yang lain.

Untuk itu relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) coba menjajaki posko pengungsian tersebut untuk menerapkan proses trauma healing kepada anak-anak yang rata-rata berusia di bawah 10 tahun. (Erik)

Facebook Comments