Kadiskes Lampung: Jumlah Jemaah Haji yang Meninggal Mengalami Penurunan

98
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Plt. Sekdaprov Hamartoni memukul gong tanda dibukanya Seminar Nasional dan Workshop Kesehatan Haji di Balai Keratun Kantor Gubernur, Minggu (7/10/2018). Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Asosiasi Kesehatan Haji Indonesia (AKHI) Lampung menggelar Seminar  Nasional dan Workshop Kesehatan Haji di Balai Keratun komplek kantor Gubernur, Minggu (7/10/2018). Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo, diwakili Plt. Sekdaprov, Hamartoni, membuka kegiatan Seminar ini.

Acara ini dihadiri 500-an peserta dari jajaran Forkominda di lingkungan pemprov, Kepala Pusat Kesehatan Haji Indonesia, Kadis Kesehatan Provinsi Lampung, Kakanwil Kemenag Provinsi Lampung, Sekretaris MUI Provinsi Lampung, Direktur RS.Abdoel Muluk dan Direktur RS Bintang Amin.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan Lampung Reihana mengatakan saat ini calon jemaah haji wajib mengikuti Istitaah berdasarkan Permenkes 15 tahun 2016. Istitaah adalah cek kemampuan melaksanakan ibadah haji secara fisik, mental dan perbekalan. Sedang istitaah kesehatan yakni kemampuan kesehatan jemaah haji secara kesehatan fisik dan mental dengan pemeriksaan kesehatan yang terukur. Sehingga jemaah haji bisa menjalankan ibadah sesuai dengan tuntutan agama Islam.

Baca Juga: Plt Bupati Lampung Selatan Minta Baznas Dikelola Oleh Ahlinya

Sejak diberlakukanya Istitaah, jumlah jemaah haji Lampung yang meninggal turun drastis dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun sebelumnya banyak jemaah yang meninggal, tahun ini hanya 15 meninggal dunia, dua di antaranya meninggal sebelum berangkat. Untuk wujudkan istitaah melalui pemeriksaan jemaah sejak mendaftar, pemerintah memandang perlu medis untuk mendampingi jemaah,” jelasnya.

Ditambahkannya, petugas kesehatan haji tidak hanya bertugas sampai jemaah haji selesai melaksanakan ibadah, tapi juga hingga selesai pelaksanaan haji. Reihana juga menegaskan, tugas tenaga kesehatan haji di antaranya menyelenggara kesehatan haji. Pembinaan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan perlindungan kesehatan jemaah.

Selain itu, petugas haji juga bertugas untuk mencegah transmisi penyakit menular yang membawa penyakit keluar atau masuk jemaah. “Karena tujuan merekrut TKHI ini untuk dapat petugas yang sigap, handal amanah, dan responsif. Tenaga TKHI satu tim kesehatan yang bertugas pembinaan pelayanan dan perlindungan ibadah haji di kelompok terbang,” tandasnya. (Rls)

Tanggapan Anda: