KPK Telisik Kepemilikan Aset Mantan Bupati Lampung Selatan

309
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
http://www.kupastuntas.co/files/7715ba6e-b76f-4c75-988f-9ea52e812b5e_169.jpeg
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelisik kepemilikan aset Bupati nonaktif Lampung Selatan Zainudin Hasan. Adik kandung Ketua MPR Zulkifli Hasan itu diperiksa sebagai saksi untuk Kadis PUPR Lampung Selatan Anjar Asmara.

“Pemeriksaan terhadap ZH (Zainudin Hasan), penyidik mendalami beberapa keterangannya yang dinilai tidak sinkron dengan keterangan saksi lainnya, yaitu terkait perolehan dan kepemilikan aset,” ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi, Selasa (9/10/2018).

Selain memeriksa Zainudin, dalam kasus ini penyidik KPK juga memeriksa Komisaris PT 9 Naga Emas Yoga Swara. Yoga merupakan adik dari pemilik CV 9 Naga Gilang Ramadhan yang sudah dijerat sebagai tersangka. Febri mengatakan pemeriksaan Yoga untuk mendalami sejumlah proyek yang diterima perusahaannya dari Zainudin.

“Penyidik mendalami pengetahuan saksi terkait proyek-proyek di lingkungan Pemkab Lampung Selatan yang dikerjakannya bersama tersangka GR (Gilang Ramadhan),” kata Febri.

Baca Juga: Pemprov Lampung Ingin Gunung Anak Krakatau Jadi Taman Wisata Alam

Sementara, penyuap Zainudin Hasan, Gilang Ramadhan akan menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Karang I A, Kota Bandar Lampung, pada Kamis (11/10) besok. Berkas Gilang Ramadhan, bos CV 9 Naga saat ini sudah resmi terdaftar di PN Kelas IA Tanjung Karang.

Humas PN Tanjung Karang Mansyur Bustami mengatakan, KPK telah melimpahkan berkas perkara milik terdakwa Gilang Ramadhan, Jumat (5/10) lalu. Dalam perkara ini, Gilang sebagai direktur PT. Prabu Sungai Andalas dijerat dengan dua pasal yakni pasal 5 ayat (1) dan Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001.

“Dia resmi beralih status dari tahanan jaksa menjadi tahanan majelis hakim mulai 5 Oktober hingga tanggal 3 November 2018,” tegasnya. (Lp6/Kardo)

Tanggapan Anda: