Menkeu Sri Mulyani Cairkan Anggaran Bencana Alam Rp2,1 Triliun

36
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/kota-bandar-lampung/2018-03/insentif-pajak-menkeu-godok-skema-investasi-baru-01.jpg
Sri Mulyani/Ist

Kupastuntas.co, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku telah membelanjakan anggaran dari cadangan bencana alam dalam APBN 2018 sebesar Rp2,1 triliun.

“Termasuk Rp683,6 miliar dialokasikan kepada BNPB (Bantuan Nasional Penanggulangan Bencana) untuk bantuan stimulan rumah rusak bagi 23.105 unit tahap pertama serta bantuan logistik dan operasi tanggap darurat,” ujar Sri Mulyani dalam keterangan resmi, Minggu (7/10/2018).

Sri Mulyani juga telah menyalurkan Rp711 miliar untuk lima kementerian guna menangani dampak bencana alam. Kelima kementerian tersebut, yakni Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian ESDM.

“Saat ini Kemenkeu dan BNPB juga sedang menyelesaikan penganggaran untuk bantuan stimulan perbaikan rumah tahap II untuk 19.112 rumah,” jelas dia.

Ia menekankan penyaluran bantuan dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Baca Juga: Diduga Jaringan Down, Pencetakan Kartu di Grapari Telkomsel Kalianda Terhenti

Anggaran bantuan yang diberikan pemerintah tak hanya mencakup bantuan logistik dan tanggap darurat, tetapi juga perbaikan rumah serta uang jaminan hidup bagi para warga terdampak gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Sri Mulyani juga sebelumnya mengaku telah mencairkan anggaran sebesar Rp560 miliar untuk penanganan gempa dan tsunami di Donggala dan Palu.

Agustus kemarin, gempa mengguncang Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat dimulai dari 6,4 skala Richter pada 29 Juli 2018 dan diikuti 524 gempa susulan. Sebulan kemudian, gempa berkekuatan 7,4 skala Richter di susul tsunami memporak-porandakan Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. (cnn)

Baca Juga: Terkait Kasus Gugatan Caleg, Bawaslu Gelar Sidang Mediasi

Baca Juga: Soal Keluhan Tenaga Honorer K2, Plt BKPSDM Lampura: Sudah Disampaikan ke Menpan-RB, Semoga Ada Solusi

Baca Juga: Penyaluran Dana Desa Tahap ll Terkesan Lambat, Masyarakat Mesuji Harap Pemerintah Bertindak Cepat

Tanggapan Anda: