Beranda Bandar Lampung

Lagi, Dua Rumah Makan di Bandar Lampung Ketahuan Mainkan Pajak

200
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Lagi-lagi, pengusaha di Bandar Lampung ketahuan mainkan hasil pendapatannya dengan mematikan tapping box di tempat usahanya. Aksi tersebut diduga untuk mencurangi nilai pajak yang seharusnya disetorkan ke Pemkot Bandar Lampung.

Tapping box berfungsi sebagai alat perekam transaksi yang sudah diberlakukan beberapa bulan terakhir, untuk menghindari terjadi kebocoran pungutan pajak. Kali ini yang ketahuan memainkan tapping box, yaitu Restoran LG dan Rumah Makan Mbok Wito di Jalan Jendral Sudirman. Hal ini terungkap saat Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Bandar Lampung melakukan kegiatan sosialisasi peningkatan pendapatan pajak daerah melalui pemasangan tapping box di ruang Tapis Berseri Pemkot setempat, Rabu (7/11/2018).

Kepala BPPRD Bandar Lampung, Yanwardi menerangkan, peserta sosialisasi ini adalah intern dari BPPRD dan UPT pajak Kecamatan. Ia mengatakan, dengan sosialisasi ini diharapkan PAD Bandar Lampung bisa mencapai target baik tahun 2018 ini maupun tahun 2019 mendatang.

“Insha Allah sampai target PAD. Sudah dilihat pajak hotel sudah mencapai 90 persen sampai hari ini, dari target Rp21 miliar. Pajak hiburan sudah Rp15 miliar dari targt Rp21 miliar. Jadi sudah 89 persen,” terang Yanwardi.

Baca Juga: KPK Bakal Lelang Aset-aset Zainudin Hasan

Mengenai kendala, Yanwardi mengatakan saat ini masih ada alasan klasik, dimana wajib pungut pajak (WP) yang tidak mau dipasang tapping box dan bagaimana alat ini tidak berfungsi. “Contoh mobile pos ini kan harus santai, lembut makainya, kalau dipencet kuat-kuat ya rusak, komputer hancur. Terus lapor alasan nggak mau cetak struknya, begitu kertas abis nggak bisa cara masangnya, kan aneh,” katanya.

“Satu contoh lagi RM Mbok Wito Jalan Sudirman dan Restoran LG, sudah dipasang, alatnya bagus, peningkatan bagus, malah beli alat komputer cash register baru. Ini kan mengakali kalau seperti ini, kami juga nggak mau kehilangan akal,” sambungnya.

Ia juga menyebutkan, saat ini pihaknya sudah menyiapkan surat edaran untuk disampaikan ke wajib pajak yang sudah terpasang tapping box. Pihaknya akan melakukan opname kas (audit) apabila ada yang tidak menggunakan alat tapping yang sudah terpasang, sebab akan langsung ketahuan oleh BPPRD.

“Kami akan menyita alat itu kalau memang masih juga tidak digunakan. Ini kan program KPK, tidak bisa main-main dengan ini,” tandasnya.

Baca Juga: BPPRD Bandar Lampung Sosialisasi Peningkatan Pendapatan Pajak Daerah Melalui Tapping Box

Ia juga mengimbau masyarakat untuk ikut mengawasi pemakaian tapping box di lapangan.

“Lihat itu ketika makan, kan udah dipotong 10 persen uang kita. Apabila tidak masuk tapping, masuk ke mereka uang itu, nggak masuk ke pemda, bisa kaya sendiri dia makan uang masyarakat. Bisa segera dilaporkan, karena memang perlu pengawasan kita semua,” tandasnya.

Terkait tudingan kecurangan pajak ini, pemilik Restoran LG, Aloy, mengaku, bahwa dalam pemasangan tapping box pihaknya mengalami kendala karena alat yang terhubung dengan jaringan internet tersebut sulit digunakan.

“Iya ini kan wifi kita yang digunain, kaya kemarin wifi kita mati mesin mati, gimana ya sulit juga loh saya ini. Terus ada saudara saya makan nggak enak kalau saya mau ambil uangnya, itu aja sih masalahnya,” kata Aloy.

Selain itu, ia mengatakan bukan hanya restoran miliknya yang mengalami kendala seperti ini. “Banyak lah yang kayak kita ini, bukan kita aja, kok kita terus yang disorot-sorot. Namanya kalau sepi gimana,” kelitnya.

Sementara pihak Rumah Makan Mbok Wito belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini.

Untuk diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Pemkot Bandar Lampung belum lama ini sudah mengumpulkan para pengusaha untuk memberikan pengarahan terkait pemasangan tapping box.

Koordinator Wilayah II Sumatera Bidang Korsupgah, Adlinsyah Malik Nasution atau Choky saat itu juga melihat penggunaan tapping box belum optimal lantaran sering dimatikan pemilik usaha. Meski begitu, Choky mengatakan pihaknya belum akan melakukan tindakan terkait pelanggaran tersebut. Ia mengatakan KPK masih akan melakukan upaya persuasif dalam mengawasi pemasukan daerah atau PAD. (Farhan)

Baca Juga: Jenazah Wahyu Alldila Korban Lion Air JT 610 Dimakamkan di Pringsewu

Facebook Comments