Beranda Daerah Lampung Lampung Barat

Pemkab Lampung Barat Diskusi Pengembangan Kakao

108
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Diskusi penyusunan draft roadmap pengelolaan dan pengembangan Kakao di Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS) di ruang Rapat Sekincau Pemkab Lambar, Rabu (07/11/2018). Foto: Iwan/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Barat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat (Lambar) melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) setempat mengadakan diskusi penyusunan draft roadmap pengelolaan dan pengembangan Kakao di Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS).

Kegiatan yang di gelar di ruang Rapat Sekincau Pemkab Lambar, Rabu (7/11/2018) ini, di buka oleh Asisten II Bidang Perekonomian Pemkab Lambar Nata Djudin Amran dan di hadiri oleh Perusahaan Dagang Petani Kakao Lampung (PD PKL) sebagai narasumber, Ketua Komisi III DPRD Lambar Sri Sundari, BPP Suoh, BPP Bandar Negeri Suoh, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) dan sejumlah kepala OPD.

Nata Djuddin mengatakan, pengelolaan kakao Suoh antara lain, perlu adanya inventarisir lahan kakao, perlu adanya kajian kelayakan lahan dan ekonomi kakao.

“Selain itu penyediaan bibit, pengembangan industri, pemeliharaan kakao, penyusunan zona produk unggulan, pengelolaan CSR dan pembinaan budidaya pasca panen dan mutu dan lain-lain,”ucapnya.

Ia mengatakan, pada awal Desember nanti akan diinisiasi MoU pengelolaan kakao Suoh antara Pemkab Lambar dan mitra Petani kakao.

Baca Juga: Caleg PDIP Tubaba Bantah Bagi-bagi Sembako

Sementara itu, Kadisbunnak Lambar, Tri Umaryani mengatakan, pihaknya akan bersinergi dengan swasta untuk mengembangkan komoditi kakao.

Mengingat selain kopi, komoditi kakao ini merupakan salah satu unggulan di Lambar.

Tri menambahkan, berbagai program akan mereka arahkan, mulai dari hulu hingga hilir. Seperti di hulu akan di arahkan program peningkatan produktivitas dengan peremajaan dan rehabilitasi lahan kakao dan konservasi lahan kakao pembibitan.

“Ke depannya juga akan didorong untuk pengembangan industri kakao supaya petani bisa memperoleh nilai tambah,” tandasnya. (Iwan)

Baca Juga: Lagi, Dua Rumah Makan di Bandar Lampung Ketahuan Mainkan Pajak

Facebook Comments