Caleg PDIP Tubaba Bantah Bagi-bagi Sembako

181
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/16-8.jpg
Pileg 2019

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) terus mendalami laporan dugaan calon anggota legislatif (Caleg) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Tubaba dapil 3 Rubiono, yang membagikan sembako kepada masyarakat.

Ketua Bawaslu Kabupaten Tubaba Midiyan mengungkapkan, pihaknya mendapatkan laporan adanya salah satu caleg yang diduga telah melakukan pelanggaran Pemilu, yakni membagikan sembako atau beras saat melakukan sosialisasi di tengah masyarakat.

Midiyan membeberkan, laporan itu disampaikan caleg Partai Demokrat Ari Gunawan Tantaka. “Iya jadi Ari Gunawan Tantaka tersebut sudah melaporkan ke Bawaslu Tubaba, dengan membawa dua nama saksi yakni Ainul Fuad dan Stefanus. Namun untuk saksi Ainul Fuad tidak bersedia bertindak saksi dengan alasan dia (Ainul Fuad) tidak terbiasa dengan kesaksian hukum. Padahal yang bersangkutan merupakan saksi kunci dari perkara ini,” jelasnya melalui sambungan telepon, Rabu (7/11/2018).

Sementara, untuk saksi Stefanus yang juga teman dekat pelapor, hanya sebagai penguat saksi. Karena dia yang memastikan bahwa ada orang bagi-bagi sembako di seputar rumah Ainul Fuad, yang akhirnya dipanggil ke rumah Stefanus. Ketika ditanya terkait kebenarannya, pihaknya hanya mengiyakan.

“Tapi walaupun tidak memberikan keterangan, kita akan tetap mengejar saksi lainnya. Besok terlapor Rubiono dan saksi yang membagikan sembako akan dipanggil. Yang membagikan sembako adalah istri RT setempat, Sumani. Kami akan lihat hasilnya, besok terlapor dipanggil, kemudian rapat internal terkait siapa lagi yang akan dipanggil,” ungkapnya.

Baca Juga: Jenazah Wahyu Alldila Korban Lion Air JT 610 Dimakamkan di Pringsewu

Sementara Caleg Rubiono saat dihubungi membantah, telah memberikan sembako atau beras kepada masyarakat saat melakukan kampanye.

Rubiono mengungkapkan, pihaknya tidak pernah membagi-bagikan beras kepada masyarakat, seperti apa yang disebut oleh salah satu caleg dalam laporannya ke Bawaslu Tubaba.

Dia menegaskan, tidak akan pernah melanggar peraturan hanya karena untuk mendapatkan suara rakyat, apalagi dengan cara membeli suara rakyat dengan beras.

“Saya tidak pernah merasa memberikan sembako atau beras kepada masyarakat. Dan saya tidak akan menentang peraturan yang ada, apalagi harus membeli suara rakyat dengan sembako atau beras,” kata dia.

Untuk itu, Rubiono menyatakan akan segera melakukan klarifikasi kepada Bawaslu Tubaba terkait laporan tersebut. “Jadi biar terbukti benar atau tidak. Selagi saya benar, saya tidak perlu takut,” ujarnya.

Diketahui, kasus pembagian sembako ke masyarakat bisa dijerat pasal 523 Jo pasal 280 huruf J UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, yang menyebutkan setiap pelaksana, peserta, dan/atau tim kampanye pemilu yang dengan sengaja menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan kepada peserta kampanye secara langsung ataupun tidak langsung bisa dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun dan denda paling banyak Rp24 juta. (Sule)

Baca Juga: BPPRD Bandar Lampung Sosialisasi Peningkatan Pendapatan Pajak Daerah Melalui Tapping Box

Baca Juga: Jadi Saksi Sidang Kasus Dugaan Korupsi, Plt Bupati Lamsel Mangkir

Tanggapan Anda: