Facebook Bantah Bayar Konsultan Berita Palsu

18
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Logo Facebook. Foto : time.com

Kupastuntas.co, Jakarta – Direktur Operasi Facebook Sheryl Sandberg membantah kabar bahwa pihaknya bekerjasama dengan konsultan humas atau public relation (PR) untuk membuat berita palsu untuk membantu perusahaannya bangkit dari krisis akibat skandal kebocoran data.

Hal ini dikatakannya untuk menepis laporan dari NBC News bahwa konsultan PR Definers Public Affairs bertindak sebagai operator ‘berita palsu’ untuk membantu Facebook berhadapan dengan krisis kebocoran data, pada pertengahan Oktober 2017.

“Kami benar-benar tidak membayar siapapun untuk membuat berita palsu. Mereka [Definers] telah meyakinkan saya [bahwa] itu tidak terjadi,” kata Sandberg pada CBS dikutip dari AFP, Sabtu (17/11/2018).

“Dan lagi, kami melakukan pengamatan menyeluruh terhadap apa yang terjadi, tetapi mereka sudah meyakinkan saya bahwa kami tidak membayar siapapun untuk menulis atau mempromosikan apapun yang palsu. Dan itu sangat penting,” ia menambahkan.

Meski begitu, Sandberg menyebut Facebook pernah melakukan komunikasi dengan pihak Definers terkait gangguan keamanan internalnya.

“Saat itu, mereka [Definers] mencoba menunjukkan bahwa beberapa aktivitas yang melawan kami yang tampaknya akar rumput juga punya organisasi besar di belakangnya.”

Sebelumnya, CEO Facebook Mark Zuckerberg mengaku masih belum mendapat kejelasan soal perusahaan ini. Sementara, investigasi New York Times menghubungkan kritik terhadap Facebook dengan filantropis AS kelahiran Hongaria, George Soros. Ia adalah target favorit kaum nasionalis dan para ahli teori anti-Semit.

“Saya sangat menghormati George Soros dan teori konspirasi anti-Semit yang melawan dia adalah menjijikkan,” lanjut Sandberg.

Definers dan ‘operasi gelap’

Dalam sebuah wawancara pada Kamis (15/11/2018), Soros, yang merupakan pendiri Open Society Institute, melancarkan kritik pada Facebook dengan mempertanyakan integritas pemilu di AS.

“Dan sejujurnya sekarang kita tahu bahwa mereka menjalankan operasi gelap ini, ada pertanyaan tentang mengapa mereka mengikuti orang-orang model Valdimir Putin. Ini sangat berbahaya dan mengganggu,” ujar Soros.

NBC News melaporkan bahwa mantan karyawan Definers, yang tidak mau disebutkan namanya, mendeskripsikan situs web yang dioperasikan oleh kelompok konsultan sebagai ‘lapak berita palsu’. Mereka berusaha mendorong berita itu ke arus utama.

Akibatnya, sebuah surat yang ditandatangani empat senator dilayangkan pada Zuckerberg. Mereka menyatakan keprihatinan atas penggunaan kontraktor ‘berita palsu’ dan meningkatkan prospek terkait regulasi ketat pada media sosial.

“Selain itu jumlah data mengejutkan yang dikumpulkan Facebook pada pengguna dan orang-orang yang tidak berlangganan atau setuju untuk menggunakan platform, menimbulkan kekhawatiran bahwa perusahaan dapat menggunakan sumber daya keuangan dan data mereka secara tidak sah atau ilegal terhadap pemerintah. pejabat dan kritikus yang berusaha melindungi publik dan demokrasi kita,” tulis Senator Amy Klobuchar, Mark Warner, Chris Coons dan Richard Blumenthal.

Pihak Definers menyatakan pada Jumat (16/11/2018) bahwa “dasar pemantauan media dan hubungan masyarakat di sekitar isu kebijakan publik untuk Facebook, seperti yang dilakukan untuk banyak klien, dan bahwa “tidak disewa oleh Facebook sebagai perusahaan riset oposisi,” tulis Definers dalam situs mereka.

“Sebagian kecil dari pekerjaan kami dengan Facebook termasuk memberikan informasi penelitian dan latar belakang tentang kritik – baik di kiri dan kanan.”

“Praktik ini, standar dilakukan di banyak industri, didasarkan pada penelitian catatan publik dan database yang tersedia untuk siapapun,” tandas pernyataan itu. (Cnn)

Tanggapan Anda: