Hendak Kunjungi Korban Banjir, Bupati Tanggamus Terhalang Longsor

153
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Bupati Tanggamus, Hj. Dewi Handayani bersama rombongan terhenti akibat terhalang oleh tanah longsor di tengah jalan Perbatasan Cukuh Balak dan Kelumbayan Barat. Foto: Sayuti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus – Usai melaksanakan pembagian bantuan keagamaan dan meninjau lokasi banjir di Kecamatan Cukuh Balak, Bupati Tanggamus, Hj. Dewi Handayani mendapatkan info terjadinya banjir bandang di Pekon Umbar Kecamatan Kelumbayan yang memakan korban jiwa dan menghanyutkan 17 rumah penduduk.

Sontak Bunda Dewi, sapaan akrabnya, terkejut dan kemudian bergerak menuju Pekon Umbar, Kecamatan Kelumbayan. Namun, di tengah perjalanan rombongan terhenti akibat terhalang oleh tanah longsor di tengah jalan Perbatasan Cukuh Balak dan Kelumbayan Barat.

Bupati yang kala itu didampingi Camat Cukuh Balak sempat ingin menerabas jalan ke Pekon Umbar, namun Tagana Cukuh Balak menyarankan agar Bunda Dewi tidak memaksakan perjalanan. Hal itu dikarenakan berdasarkan informasi warga, jalur tersebut tidak hanya longsor tetapi juga terdapat beberapa pohon tumbang yang menghalangi ruas jalan Kecamatan Kelumbayan Barat dan Kelumbayan.

“Kalau jalan menggunakan motor bisa tidak?” tanya Bupati pada Kasubbag Protokol Ridho. Namun, setelah dikonfirmasi kepada warga dan Tagana ternyata tidak bisa.

Baca Juga: Polres Tanggamus Temukan Ladang Ganja di Kotaagung Timur

Bahkan Bunda Dewi sempat menanyakan apakah bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Kembali Tagana dan warga mengatakan tidak bisa karena selain faktor jarak, mereka juga khawatir juga dengan faktor keselamatan.

Akhirnya diputuskan Jumat (9/11/18)  pagi, Bunda Dewi akan meninjau korban banjir di Pekon Umbar Kecamatan Kelumbayan Barat.

Atas kejadian tersebut Bunda Dewi mengucapkan turut berbela sungkawa kepada para korban, khususnya keluarga almarhumah yang meninggal akibat hanyut terbawa arus banjir.

“Bunda turut prihatin dan berduka atas bencana ini. Terlebih kepada keluarga almarhumah Biacik (60). Mudah-mudahan para korban tetap kuat, tabah, dan ikhlas,” ujar Bunda dengan raut wajah sedih.

Bunda Dewi juga tak lupa mengimbau agar warga di wilayah rawan banjir senantiasa waspada terhadap risiko banjir yang terjadi di musim penghujan. Hal ini dikarenakan memang wilayah Kabupaten Tanggamus merupakan wilayah yang rawan terjadinya bencana banjir dan longsor di musim penghujan. (Sayuti)

Tanggapan Anda: