Menristek Minta Rektor UGM Selesaikan Kasus Pemerkosaan Mahasiswi

44
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
http://www.kupastuntas.co/files/6128392f-e382-43a6-b71e-63be3d5ba049_169.jpeg
Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Jakarta РMenteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menanggapi kasus dugaan adanya pemerkosaan mahasiswi UGM oleh rekannya sendiri saat KKN. Menurut Nasir, kasus itu sudah lama terjadi dan sudah ditindaklanjuti.

“Kasus itu sudah 1,5 tahun yang lalu ya, sudah lama. Itu udah 1,5 tahun yang lalu. Sudah saya panggil saat itu dan itu sudah ditindaklanjuti. Kemudian setelah dia selesai katanya ini muncul lagi, loh ada apa lagi, saya pikir,” kata Nasir saat ditemui di kantornya, Senayan, Jakarta, Sabtu (10/11/2018).

Nasir menjelaskan saat itu pihaknya sudah memerintahkan Rektor UGM untuk segera menyelesaikan kasus ini. Menurutnya, semua permasalahan yang terjadi di kampus adalah tanggung jawab rektor.

“Pelanggaran semua yang ada di kampus itu adalah rektor lah yang bertanggung jawab. Intinya gitu. Dan rektor ada satu pedoman yang diatur apabila ada pelanggaran di akademik, pelanggaran apapun itu harus ikuti prosedur yang ada. Kalau itu urusan akademik, penyelesaian (secara) akademik. Kalau urusan pidana selesaikan dengan hukum, yaitu polisi dan pengadilan,” jelas Nasir.

Nasir meminta Rektor UGM menyelesaikan kasus ini hingga tuntas. Ia juga meminta Rektor UGM untuk memberikan laporan kepadanya.

“Ini harus diselesaikan semua ini, dan ini rektor lah yang bertanggung jawab. Dan rektor yang biasa memberikan laporan kepada kami,” ujarnya.

Sebelumnya, seorang mahasiswi UGM diperkosa oleh rekannya sendiri saat menjalani kuliah kerja nyata (KKN) pada 2017 lalu. Peristiwa ini baru terungkap ke publik setelah Badan Penerbitan dan Pers Mahasiswa (BPPM) Balairung UGM mengunggah tulisan terkait peristiwa ini.

Menanggapi polemik yang muncul, Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM Iva Aryani menyebut pihak kampus akan segera mengambil tindakan tegas terhadap kasus ini. Bahkan menurutnya, pihak kampus akan mengambil tindakan untuk membawa perkara tersebut lewat jalur hukum.

“UGM akan mengambil langkah-langkah nyata yang diperlukan untuk membawa kasus ini ke ranah hukum,” kata Iva saat ditemui di UGM, Selasa (6/11/2018).

Iva menjelaskan, opsi tersebut akan diambil pihak kampus apabila terduga korban masih tidak puas dengan penyelesaian internal yang dilakukan pihak UGM. Menurut Iva, pihaknya mendukung penuh setiap langkah terduga korban dalam upayanya mencari keadilan.

Rektor UGM Panut Mulyono mengklaim bahwa pihaknya sejak awal mampu menyelesaikan kasus dugaan pemerkosaan mahasiswi KKN. Dia berharap baik terduga pelaku dan korban bisa lulus dari UGM dan menjadi orang yang lebih baik.

“Sehingga, sebetulnya kami ingin dua-duanya (baik terduga pelaku maupun korban) nanti lulus dari UGM menjadi orang-orang yang lebih baik dari yang sekarang, begitu ya, dan kelak bisa menjadi orang-orang berkontribusi bagi masyarakat bangsa dan negara,” ucapnya Jumat (9/11/2018). (dtk)¬†

Tanggapan Anda: