Beranda Hiburan

Inspiratif, Cerita Randy Jusuf Jadi Bos Google Karena Bakmi Ayam

67
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf . Foto: Ist/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Jakarta – Sejak Oktober lalu, Randy Jusuf resmi menjabat sebagai Managing Director Google Indonesia. Ada cerita menarik bahwa ternyata bakmi ayam menjadi salah satu alasan dia menerima jabatan itu.

Ditemui di kantornya di kawasan SCBD, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu, Randy bercerita banyak soal pekerjaan barunya itu dan apa saja yang akan dilakukannya bersama Google Indonesia.

Sudah dua puluh tahun lebih pria berkacamata ini berkeliling ke berbagai negara. Tak heran jika Randy begitu kangen pada tanah kelahirannya, termasuk berbagai makanan dan jajanan khas Indonesia. Karenanya, begitu ada tawaran untuk jadi bos Google Indonesia tidak dilewatkannya.

Saya cukup lama di luar dan ingin kembali ke Indonesia. Keluarga saya di sini, semuanya di sini. Kangen sekali nasi padang, bakmi ayam dan somay Bandung,” kata Randy.

Alasan lain Randy melihat Indonesia memiliki potensi besar di ekonomi digital. Dia ingin ambil bagian di dalamnya demi membangun negeri yang paling dicintainya ini.

“Ekonomi dan kesempatan di Indonesia masih sangat berkembang dan potensi sangat besar,” kata alumnus SMA Kanisius itu.

Data Google Temasek

Potensi besar ekonomi digital Indonesia yang disebut Randy sejalan dengan hasil riset yang dilakukan Google bersama Temasek bertajuk e-Conomy SEA 2018: Southeast Asia’s Internet Economy Reachers an Inflection Point. Riset tersebut dilakukan di enam negara, yakni Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina dan Vietnam.

Dalam riset tersebut disebutkan bahwa ekonomi digital Indonesia begitu berkembang pesat. Tahun ini saja menjadi terbesar di Asia Tenggara dan akan meningkat beberapa kali lipat dalam beberapa tahun ke depan.

“Tahun ini ekonomi digital Indonesia mencapai USD 27 miliar tahun ini. Jumlah pengguna internet mencapai 150 juta orang. Perkembangan sangat pesat, estimasi forecast akan menjadi 100 di 2025,” jelas Randy.

“Jadi ekonomi digital Indonesia sangat besar, perkembangannya cepat, potensinya masih besar. Menurut saya itu hal yang sangat menarik,” tambahnya. (Dtk)

Facebook Comments