Dirangkai dengan Pembentukan ICMA, Silaknas ICMI ke-28 Dihadiri 5 Negara Asia Tenggara

43
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Silaturahmi kerja nasional (Silaknas) ICMI ke-28, di Convention Hall Mahligai Agung Universitas Bandar Lampung, Kamis (6/12) malam. Foto: Erik/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Silaknas ICMI ke-28 yang digelar di Convention Hall Mahligai Agung Universitas Bandar Lampung, Kamis (6/12) malam dihadiri perwakilan dari lima negara Asia Tenggara yaitu Kamboja, Malaysia, Myanmar, Burma, dan Brunei Darussalam.

Ketua Umum ICMI, Jimly Asshiddiqie menuturkan, acara Silaknas ini dirangkai dengan deklarasi pembentukan ICMA (Ikatan Cendekiawan Muslim se-Asia Tenggara), hal ini untuk menyebarluaskan akan pentingnya penguasaan imtak-imtek ke seluruh dunia dan menjadikan sumberdaya manusia sebagai tumpuan harapan untuk kemakmuran seluruh masyarakat Indonesia.

“Sumberdaya alam dan manusia yang kaya harus hidup rukun dan bersinergi untuk kemajuan bersama. Jangan ada cakar-cakaran dan bermusuhan antar warga. Di tengah kemajemukan kita berlomba dalam kebajikan bersama, semua hendaklah sama-sama menang sama-sama berhasil. Mari kita maju bersama pada industri 4.0. Hubungan antar negara sejauh ini untuk melindungi bukan untuk menang kalah,” ujar Jimly.

Terlebih memasuki musim Pemilu, ia berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap menjaga kerukunan, dan memelihari pentingnya toleransi, persaudaraan dan tolong menolong, karena siapapun yang terpilih itu lah yang akan menjadi presiden bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sementara Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo menyambut baik diselenggarakannya Silaknas ICMI di Provinsi Lampung. Sebab kegiatan seperti ini dianggap dapat meningkatkan sektor pariwisata di Lampung.

“Provinsi Lampung diharapkan menjadi pusat pertumbuhan baru dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Dari itu pembangunan yang sedang berlangsung selama ini tentunya dibutuhkan kritik dan saran demi Lampung menjadi lebih baik,” ujar Ridho.

Menurutnya, kualitas Indonesia sebagai negara mayoritas muslim patut dibanggakan, sebab tak terlepas dari pemikiran muslim yang dihimpun dalam cendekiawan muslim Indonesia.

“Dilahirkan pemikiran yang membawa terobosan mengedepankan kualitas pemikiran dan kemajuan dengan dilokomotifkan ICMI. Jadilah kebanggaan bangsa Indonesia,” ucapnya. (Erik)

Tanggapan Anda: