Kasus Dugaan Mobilisasi ASN, Bawaslu Panggil Sekkot dan Wali Kota Bandar Lampung

28
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kadisdik Bandar Lampung Daniel Marsudi (Putih kanan) saat memberikan klarifikasi terkait dugaan ASN yang ikut serta dalam kamoanye capres nomor 1 di Kantor Bawaslu Bandar Lampung, Rabu (05/12/2018). Foto : Sule/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandarlampung – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bandar Lampung memanggil Kepala Dinas Pendidikan Bandar Lampung, Daniel Marsudi, Sekretaris Kota Badri Tamam, dan Wali Kota Herman HN. Pemanggilan ini untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan mobilisasi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam kampanye Calon Presiden Joko Widodo dalam agenda jalan sehat beberapa waktu lalu.

Ketua Bawaslu Bandar Lampung, Candrawansah, menerangkan ada laporan yang diterima Bawaslu terkait dugaan ASN yang ikut dalam kampanye jalan sehat yang digelar oleh capres nomor 1 di Tugu Adipura.

“Iya beliau (Daniel Marshudi) kita panggil untuk klarifikasi terkait laporan tersebut,” ungkapnya di Kantor Bawaslu, Rabu (5/12/2018).

Dalam penyampaian klarifikasi, sambung Candrawansah, Kadisdik Daniel Marsudi mengakui telah mengintruksi ASN Kota Bandar Lampung untuk ikut gerak jalan tersebut melalui grup Whatsapp. Tetapi bukan untuk kampanye, melainkan untuk bertemu Presiden Jokowi.

“Iya jadi dari keterangannya, Daniel Marsudi mengintruksikan melalu pesan di grup Whatsapp, hanya saja bukan untuk menghadiri acara kampanye tetapi untuk ikut serta dalam acara jalan sehat bersama presiden. Jadi siapa yang mau ketemu presiden silakan datang,” ungkapnya.

Selanjutnya, Bawaslu akan memanggil Sekkot Bandar Lampung Badri Tamam dan Wali Kota Herman HN untuk dimintai klaridikasinya. “Pemanggilan lurah dan Kadisdik kan sudah, nanti Sekda kemudian Wali Kota juga akan kita panggil pada Kamis (6/12/2018) untuk klarifikasi,” ungkapnya.

Namun, hal berbeda disampaikan Daniel Marsudi saat diwawancarai awak media. Daniel mengaku tidak mengetahui bahwa agenda jalan sehat tersebut merupakan agenda kampanye dari Capres nomor urut 1.

“Saya tidak mengetahui kalau acara jalan sehat tersebut adalah kampanye. Yang saya tahu Presiden yang datang, oleh karena itu saya hadir,” ungkapnya.

Daniel juga membantah bahwa dirinya mengintruksikan para Kepala Sekolah maupun ASN untuk hadir dalam jalan sehat melalui Grup WA. “Tidak, saya tidak pernah mengintruksikan, Dinas Pendidikan tidak pernah mengintruksikan kepala sekolah untuk hadir. Tapi memang benar ada ASN yang ikut dan kenal dengan saya, yah namanya juga khayalak ramai yang hadir,” kata dia.

Terpisah, Wali Kota Bandar Lampung Herman HN menyatakan siap memenuhi panggilan Bawaslu jika memang diundang. “Panggil saja saya tidak apa-apa. Saya tidak pernah takut, biar saya pentungin mereka,” ujar Herman HN saat dikonfirmasi awak media di kantornya.

Herman HN mengaku tidak mempermasalahkan pemanggilan Bawaslu tersebut. Ia pun kembali menegaskan akan hadir untuk menyampaikan klarifikasi. “Iya nanti saya hadir. Jangan banyak cingconglah, kemarin ada orang yang ngelaporin politik uang kenapa nggak ditangkap,” tandasnya. (Sule)

Tanggapan Anda: