Napi Kembali Jadi Tersangka Usai Ratusan Kg Ganjanya Disita Polisi

52
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/14-1.jpg
Direktur Narkoba Polda Lampung, Kombes Shobarmen. Foto : Dok/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Seorang narapidana (Napi) yang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kota Metro, kembali ditetapkan menjadi tersangka oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung.

Jeratan hukum terhadap napi berinisial RS itu pun semakin berat. Pasalnya, dia mengendalikan narkoba jenis daun ganja dari dalam penjara, sebanyak 400 kg yang berhasil diungkap Tim Opsnal Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Lampung, di sebuah rumah kontrakan di Desa Natar, Kecamatan Natar, Lampung Selatan pada Kamis (1/11) lalu.

Direktur Narkoba Polda Lampung, Kombespol Shobarmen, mengungkapkan, alasan penyidik menetapkan RS menjadi tersangka, karena sebagai pengendali 400 kg ganja tersebut.

“Untuk perkara 400 kg ganja, sudah ada tersangkanya, baru satu orang dan itu (orang) merupakan seorang napi di Lapas Kota Metro,” kata Shobarmen di Mapolda Lampung, Kamis (6/11).

Mantan Kepala SPN Polda Lampung ini, menjelaskan, RS mengendalikan barang haram tersebut dengan cara memerintahkan seseorang diluar melalui alat komunikasi handphone.

“Jadi, barang itu (400 kg ganja) dari Aceh yang memang sudah dipesan RS. Nah, RS yang akan mengedarkannya di Lampung. Dia punya kaki tangan (kurir) diluar berinisial D, dan kurirnya itu masih kami cari,” jelasnya.

Dijelaskan Shobarmen, bahwa D sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). “D itu yang mengontrak dirumah yang kami grebek dan ditemukan 400 kg ganja. Tugasnya D hanya menunggu perintah dari RS,” terangnya.

Sementara untuk ganja sebanyak 300 kg yang diamankan Tim Opsnal Subdit I Ditresnarkoba Polda Lampung di sebuah jasa ekspedisi, Shobarmen belum bisa menjelaskan apakah ada keterkaitannya dengan jaringan RS atau tidak.

“Kita masih dalami, karena si D itu belum kita tangkap. Masih dicari sama anggota saya,” pungkasnya. (Oscar)

Tanggapan Anda: