Presiden Ajak ICMI Pecahkan Masalah Defisit Transaksi Berjalan di Indonesia

25
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Presiden Jokowi saat sambutan pada acara Silaturahmi kerja nasional (Silaknas) ICMI ke-28, di Convention Hall Mahligai Agung Universitas Bandar Lampung, Kamis (6/12) malam. Foto: Erik/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung –┬áPresiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengajak Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) untuk ikut berpartisipasi memecahkan permasalahan yang berat di Negara Indonesia.

Dikatakan Jokowi, permasalahan berat bagi bangsa Indonesia yang berlangsung selama puluhan tahun adalah terkait defisit transaksi berjalan atau current of defisit.

Bahkan ia memastikan jika bekerja bersama akan bisa menyelesaikan masalah tersebut, maka Indonesia dapat melompat menjadi sebuah negara maju. Dari itu dibutuhkan terobosan besar dalam mengelola sumber daya alam dan pembangunan sumber daya manusia potensial.

“ICMI bukan sembarang ormas. ICMI memegang nilai-nilai keislaman yang sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, artinya ICMI tempat berkumpulnya orang-orang hebat. Saya mengajak bersama memecahkan masalah yang berat di negeri ini,” ujar Jokowi, pada acara Silaturahmi kerja nasional (Silaknas) ICMI ke-28, di Convention Hall Mahligai Agung Universitas Bandar Lampung, Kamis (6/12) malam.

Lebih lanjut ia mengatakan, hilirisasi dan industrialisasi sangat dibutuhkan dalam rangka mendapatkan nilai tambah yang besar untuk negara. Karena disadari selama ini Indonesia baru bisa produksi barang mentah dan menjualnya ke luar negeri. Padahal dengan posisi barang mentah itu dapat dihilirisasi menjadi berbagai macam barang jadi

“Batu bara mentah kita mengekspor 400 juta ton per tahun. Padahal teknologi dan hilirisasi industri kita bisa memperoleh turunan batu bara yaitu LPG dan DME, namun nyatanya kita malah mengimpor LPG 4 juta ton per tahun. Begitu juga masalah produksi kelapa sawit 40 juta ton pertahun, seharusnya kita bisa menjadikannya solar rapi lagi-lagi kita ekspor barang mentahnya. Insya Allah bersama ICMI dalam 2 tahun masalah ini bisa selesai,” harapnya.

Di tahun yang akan datang, kata dia, strategi pembangunan akan mulai bergeser kepada pembangunan SDM untuk mengejar perkembangan teknologi. “Saya yakin peran ICMI sangat penting untuk menjadikan negara ini maju, pemikiran ICMI sangat dibutuhkan untuk membangun maslahat umat dan berdaya saing tinggi,” tuturnya. (Erik)

Tanggapan Anda: