PTPN VII dan PT Chakra Kerjasama Kelola Teh

36
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
PTPN VII dan PT Chakra Kerjasama Kelola Teh. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandarlampung- Kebun dan pabrik teh milik PTPN VII di Unit Pagar Alam, Sumsel memulai babak baru dalam pengelolaan dan pemasaran produknya. Menggandeng PT Kapebe Chakra, PTPN VII yakin komoditas eksklusif ini akan memberi andil signifikan mencetak keuntungan.

Nota kerja sama PTPN VII dan PT Kapebe Chakra ditanda tangani, Jumat (30/11/2018) di Kantor PTPN III Holding, Jakarta. Hadir pada acara itu, Direktur Utama PTPN Grup (holding) Dolly P. Pulungan, Direktur Utama PTPN VII M. Hanugroho, Direktur Utama PT Kapebe Chakra Rachmat Badrudin dan para pejabat utama tiga korporasi ini.

Dalam sambutannya, Dolly P. Pulungan yang sempat menjadi Dirut PTPN VII pada 2017 memberi apresiasi terlaksananya kerja sama operasional (KSO) ini. Saat memimpin PTPN VII, kata dia, dirinya memberi catatan khusus kepada Unit Kebun dan Pabrik Teh Pagaralam karena tidak pernah mencatatkan keuntungan bagi perusahaan.

“KSO ini adalah opsi terbaik setelah berbagai opsi dijalankan tetapi tak kunjung membaik. Dan alhamdulillah, meskipun prosesnya lama, hari ini terwujud juga. Saya yakin, kedua belah pihak dengan masing-masing potensinya bisa melejitkan komoditas teh Gunung Dempo ini dalam waktu dekat,” kata dia.

Senada, Dirut PTPN VII M. Hanugroho optimistis KSO dengan Chakra ini sangat menguntungkan bagi PTPN VII. Perjalanan usaha teh di Unit Pagaralam, kata dia, telah berjalan amat panjang, bahkan sejak zaman penjajah. Namun, pengalaman panjang itu belum memberi kontribusi berarti bagi perusahaan. Jika demikian, tambah dia, dipastikan ada simpul yang tidak pas dalam pengelolaan.

“Oleh karena itu, kesediaan PT Kapebe Chakra sebagai perusahaan teh dengan reputasi baik secara nasional, bahkan internasional akan menjadi kerjasama yang sangat penting dengan tujuan turn around bagi teh Gunung Dempo,” kata dia.

Dalam kerja sama yang ditanda tangani, dua belah pihak sepakat untuk memperbaiki operasional dari hulu sampai hilir. Pihak PTPN VII akan memberi ruang secukupnya untuk menginterpensi proses pengelolaan kebun dari perawatan, pemupukan, perbaikan infrastruktur, pemetikan, hingga bahan baku sampai di pabrik. Demikian pula di pabrik, PT Chakra akan menyentuh dan mengawasi untuk memastikan produk yang dihasilkan sesuai standar yang ditetapkan.

“Produk teh ini sangat spesifik. Sebab, ini menyangkut cita rasa yang setiap orang mempunyai kepekaan dan kecenderungan sendiri. Orang Eropa punya kecenderungan selera teh yang berbeda dengan orang Timur Tengah, misalnya. Makanya, kita butuh sentuhan spesifik agar diterima pasar. Dan itu butuh keahlian dari awal sampai akhir,” kata dia. (Rls)

Tanggapan Anda: