Harga Getah Karet di Way Kanan Anjlok, Petani Menjerit

343
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Pembeli getah karet dari petani sedang menyusun getah karet yang dibeli dari petani. Foto: Fito/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Way Kanan – Awal tahun 2019 harga getah karet di Kabupaten Way Kanan semakin anjlok. Akibatnya para petani getah karet di Kabupaten Way Kanan menjerit karena harga jual tidak sesuai dengan biaya produksi, terlebih saat biaya hidup semakin tinggi.

Pudin (50) salah satu petani getah karet di Kampung Meranjat, Kecamatan Blambanganumpu mengatakan, turunnya harga getah karet ini membuat para petani merasa tidak nyaman dan resah.

“Dalam satu bulan terakhir harga getah karet semakin menurun. Sebelumnya harga getah karet sempat bertahan dari harga Rp7.000 perkilogramnya untuk getah karet yang bagus, sedangkan untuk harga getah karet yang kualitasnya yang kurang baik dihargai Rp5.500 perkilogramnya. Harapan di tahun 2019 harga getah karet naik, tapi di awal tahun bukannya membaik malah semakin anjlok sekarang malah menjadi Rp5.700 perkilogramnya itu pun getah karet yang bagus sedangkan yang kualitasnya yang kurang baik dihargai Rp5.000 perkilogramnya,” terangnya, Senin (7/1/2019).

Pudin menambahkan, akibat turunnya harga karet ini, para petani kalang kabut membagi penghasilan agar dapat mencukupi kebutuhan hidup.

“Ditambah harga sembako semakin mahal belum biaya anak sekolah dan belum lagi biaya lainnya. Sedangkan penghasilan yang kami dapat tidak sesuai. Sehingga makin lengkaplah penderitaan petani getah karet. Kami berharap melalui pemerintah daerah agar dapat menyampaikan keluhan kami sebagai petani getah karet ke pemerintah pusat dan dapat memikirkan nasib rakyat kecil terutama para petani,” ujarnya.

Sementara pembeli getah karet dari petani, Misran mengatakan turunnya harga getah karet ini sudah terjadi sebulan terakhir ini. “Dampak dari turunnya harga getah karet ini sangat terasa. Bila harga getah karet mahal banyak petani yang menjual getah karet untuk hari Minggu saja, biasa terkumpul dari petani 9 ton getah karet, tapi semenjak getah karet kembali anjlok paling banyak 5 ton bahkan terkadang cuma 3,5 ton. Turunnya penjualan getah karet ini akibat dari harga yang mulai anjlok ditambah kondisi cuaca yang sering hujan,” bebernya.(Fito)

Tanggapan Anda: