OJK Lampung Jelaskan Perlakuan Khusus Bagi Debitur Korban Tsunami Lamsel

30
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung Indra Krisna. Foto: Ist/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung –¬†Debitur yang terkena dampak bencana alam seperti tsunami di Lampung Selatan (Lamsel) dimungkinkan mengalami kesulitan dalam melunasi kewajibannya sesuai perjanjian kredit atau pembiayaan.¬†Oleh karena itu, perlu perlakuan khusus atas kredit atau pembiayaan bank; berupa kelonggaran dalam penetapan kualitas kredit atau pembiayaan dan atas pemberian kredit atau pembiayaan yang diberikan setelah terjadinya bencana alam kepada debitur yang terkena dampak bencana alam.

Perlakuan khusus tersebut telah diatur dalam Peraturan OJK Nomor 45 /POJK.03/2017 Tentang Perlakuan Khusus Terhadap Kredit atau Pembiayaan Bank Bagi Daerah Tertentu di Indonesia yang Terkena Bencana Alam.

Kepala OJK Lampung, Indra Krisna menjelaskan, berbagai bentuk kewenangan bank atau lembaga pembiayaan agar memberikan restruktur kepada debitur baik berupa penambahan modal, keringanan bunga, ataupun penambahan jangka waktu kredit.

“Peraturan tersebut dibuat apabila terjadi bencana, bank bisa memberikan restrukturisasi dengan mekanismenya sendiri. Nanti mereka yang menilai kelayakan untuk melakukan restrukturisasi kepada korban tsunami,” ujar Indra kepada¬†kupastuntas.co, Rabu (9/1/2019).

Indra mengungkapkan, restrukturisasi merupakan salah satu cara membantu debitur untuk penyelamatan kredit, namun lagi-lagi ada kondisi yang harus dipenuhi untuk bisa direstruktur.

“Dilihat kondisi kreditnya seperti apa, berapa yang memungkinkan untuk dia (debitur_read) bisa membayar kredit, apa yang bisa dilakukan untuk mereka, ada kesepakatan antara bank dengan debiturnya,” katanya. (Erik)

Tanggapan Anda: