Miliki Rasa Khas, Penjualan Kopi Liwa Robusta Original Tembus Hingga Luar Sumatra

181
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Nana Susanti baju putih jilbab Hitam buka stand “Kopi Liwa” dalam acara “Pajero Indonesia One” di Bandar Lampung beberapa waktu yang lalu. (Foto: Ist/Kupastuntas.co)

Kupastuntas.co, Lampung Barat –┬áKabupaten Lampung Barat (Lambar) merupakan salah satu kabupaten penghasil kopi robusta terbesar di provinsi Lampung, tak heran jika nama kopi robusta asal bumi Beguai Jejama Sai Betik yang dipimpin Bupati Muda, Parosil Mabsus ini melenggang hingga tingkat nasional bahkan internasional di berbagai event.

Kopi Robusta asal kabupaten Lambar dalam jumlah tonase dan secara kualitas masih unggul jika dibandingkan dengan jumlah yang dihasilkan beberapa daerah penghasil kopi lain, baru-baru ini mendapat penghargaan di Gourment Paris. Selain itu, tidak lama kemudian kopi Lambar juga mengikuti Kontes Kopi Spesialti Indonesia yang ke 10 yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2018 lalu di Kampung Jago, Filosopi Kopi, Sleman Yogyakarta.

Banyak kalangan yang mengakui keberadaan kualitas kopi robusta asal kabupaten yang berjuluk Bumi Skala Bekhak Beguai Jejama ini, hal itu dibuktikan dalam kontes kopi tingkat Nasional pemuda asal Lambar berhasil menempatkan kabupaten Lampung barat sebagai juara ketiga.

Berdasarkan data yang dimiliki Pemkab setempat, sebanyak 86,54 persen penduduk kabupaten Lambar menggantungkan hidupnya sebagai petani kopi, maka wajar jika usaha kopi bubuk berbasis usaha rumahan terus berkembang mulai dari kalangan petani sendiri hingga pelaku usaha menengah. Namun tidak semua bisa berkembang dan terus meningkatkan usaha kopi bubuk karena banyaknya saingan dengan berbagai brand dan cita rasa yang ada.

Salah satu penggiat kopi bubuk dengan merek Kopi Liwa Robusta Original milik Nana Susanti, wanita berumur 27 tahun asal kabupaten Lambar yang kini penjualannya tidak hanya tersebar di Provinsi Lampung saja melainkan hingga ke pulau jawa bahkan di luar pulau jawa seperti Bali, Madura, Batam, Balik papan dan lain-lain.

Nana Susanti, baju biru ketika buka Stand di Pengajian bersama UMI PIPIK di IBI DARMAJAYA Bandar Lampung. (Ist)

Wanita single yang arkab disapa Nana ini mengatakan dirinya sudah menggeluti usaha kopi bubuk sejak bulan Oktober 2017 yang lalu atau sudah berjalan sekitar 15 bulan ini. Ia mengaku jika ia tertarik menggeluti usaha kopi bubuk karena memang sejak kecil dibesarkan di lingkungan petani kopi sehingga pada akhirnya terbesit dipikirannya untuk mengembangkan bisnis tersebut.

“Alhamdulillah sejak saya geluti usaha ini bisa berjalan sampai sakarang, dan perlu diketahui bahwa kita menggunakan kemasan ecopack dengan bahan dalam aluminium foil dan bahan luarnya paper kraft dan memiliki zipper sebagai perekat sehingga kopi benar-benar terjaga dari udara luar,” kata Nana kepada Kupastuntas.co, Kamis (10/01/2019).

Selain itu tambahnya, untuk proses pengolahan Kopi Liwa Robusta Original juga masih menggunakan proses manual mulai dari pemilihan, pencucian, penyaringan serta pengeringan masih secara manual tidak menggunakan mesin. Hanya saja untuk pengolahan biji kopi yang sudah disangrai untuk dijadikan kopi bubuk sudah menggunakan mesin tumbuk, selebihnya masih alami seperti yang dilakukan nenek moyang dahulu secara turun temurun.

“Saya juga membuka peluang kerja sama untuk outlet atau konsumen ritel, jadi tidak hanya melayani untuk konsumsi pribadi. Jika ingin memesan bisa menghubungi Telp/Wa : 082184955557 dan IG @Kopirobusta.liwa.lampung,” tutup wanita kelahiran 1991 ini. (Iwan)

Tanggapan Anda: