Pemprov Lampung Upayakan Pemulihan Sektor Pariwisata Lamsel

68
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Asisten II bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Taufik Hidayat. (Foto: Erik/Kupastuntas.co)

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berupaya memulihkan kembali pariwisata yang terdampak tsunami di Lampung Selatan (Lamsel) pada 22 Desember 2018 yang lalu, baik itu pembangunan fisik maupun non fisik.

Asisten II bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Taufik Hidayat mengungkapkan, berbagai fasilitas pariwisata yang tampak tampak di lapangan seperti kapal, dermaga, dan fasilitas wisata lainnya yang mengalami kerusakan setelah dihantam ombak besar.

Pihaknya juga mencoba berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk melengkapi sarana dan prasarana contohnya peringatan dini di lapangan. Sehingga orang yang melaut jika diperkirakan terancam bahaya bisa dengan cepat diingatkan.

Kendati tak kalah penting juga kata Taufik, memperbaiki citra masyarakat terhadap pariwisata Lampung agar dapat menarik kembali wisatawan berkunjung ke Lampung.

“Masih banyak yang perlu kita perbaiki, terutama menunggu status Gunung Anak Krakatau, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa turun statusnya sehingga orang nggak merasa ngeri lagi untuk berkunjung ke Lampung Selatan,” ujar Taufik saat diwawancarai usai rapat pemulihan sektor pariwisata pasca tsunami selat sunda, yang digelar di ruang rapatnya, Kamis (10/1/2019).

Di samping itu juga, lanjut dia, pemulihan dari rasa khawatir para pengungsi selalu dilakukan sehingga pengungsi sudah pada kembali ke tempat tinggalnya masing-masing.

“Posko penampungan seperti di kantor Gubernur sudah ditutup, tidak lagi melayani para pengungsi karena kondisinya sudah membaik,” kata Taufik.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung, Sena Adhi Witarta mengingatkan kepada seluruh masyarakat yang tinggal di dekat bibir pantai agar bisa lebih meningkatkan kewaspadaan jika terjadi bencana.

Dalam menanggulangi bencana, pihaknya terus meningkatkan solidaritas antara kabupaten/kota dengan provinsi. “Kita harus lebih waspada dan peduli dengan adanya bencana, sehingga terjadi solidaritas antara kabupaten/kota dan provinsi dalam menangani bencana,” Kata Sena. (Erik)

Tanggapan Anda: