Kontroversi Dibalik Perubahan Visi Misi Prabowo Jelang Debat Capres

37
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Pasangan capres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno. Foto : Kanigoro.com

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto – Sandiaga Uno melakukan perubahan atas visi misi sepekan jelang gelar debat perdana capres dan cawapres.

Koordinator Juru Bicara BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak berdalih perubahan hanya pada segi estetika kata. Tak ada perubahan signifikan. Sebatas “agar lebih eye catching,” katanya.

“Ya kebutuhan publik agar mudah dibaca dan kebutuhan estetika saja,” kata Dahnil kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Jumat (11/1).

Sejurus kemudian, Tim Koalisi Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf menyambar dengan sindir dan kritik. Juru Bicara TKN, Ace Hasan Syadzily mengatakan perubahan visi-misi Prabowo-Sandiaga sangat signifikan. Bisa dibilang dirombak total.

“Yang mereka lakukan adalah merombak total visi misi lama dengan cara menjiplak,” kata Ace.

Menurutnya, hal itu terlihat ketika 116 dari 238 agenda aksi atau sekitar 48,74 persen adalah agenda aksi yang baru sama sekali. “Sisanya adalah editing bahasa, sehingga bahasa yang sebelumnya amburadul, dipoles lagi agar lebih terlihat canggih,” kata dia.

Sejumlah pihak menilai, secara psikologi politik, perubahan atas visi-misi bisa jadi sangat krusial dalam turun naik elektabilitas paslon Pilpres.

Peneliti politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Indria Samego menilai revisi atas visi-misi yang disetorkan ke KPU pada Rabu (9/1), menunjukkan rendahnya kreativitas ‘tim dapur’ Prabowo Sandi.

“Jika memang ada perubahan visi-misi yang cukup banyak, sangat besar kemungkinan itu terjadi karena mereka (BPN) berbenah setelah membandingkan visi-misi mereka terdahulu dengan milik kubu Jokowi-Ma’ruf,” kata Indria Samego kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon.

Kendati demikian, dalam kontestasi elektoral pada umumnya, perubahan atas visi-misi biasa terjadi. Apalagi, kata Indria, waktu menuju Pilpres 2019 masih cukup panjang. “Sangat wajar,” kata Indria menegaskan.

Indria juga menyoroti polemik tudingan yang dilempar kubu Jokowi bahwa visi-misi baru kubu 02 menjiplak dari apa yang telah dibuat oleh petahana. Menurutnya, jika ini memang benar demikian, sekali lagi, kreativitas kubu Prabowo-Sandi sungguh dapat diukur.

“Kalau Anda pelajari, dalam dunia akademis misalnya, gelar doktor pun bisa langsung dicabut jika terbukti plagiat,” tegasnya.

Indria memberi catatan, perubahan visi misi ini tidak akan berdampak signifikan terhadap jumlah pemilih, asalkan kubu Prabowo mampu menjaga kabar ini tidak viral dan meluas. “Bergantung input dari medsos,” ujarnya. (cnn)

Tanggapan Anda: