Pemulihan Sektor Pariwisata Banten dan Lampung, Kemenpar Kucurkan Rp 42 M

14
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Tidak ada relawan, Warga Pulau Legundi Membersihkan Sendiri Sisa Puing Bangunan Pasca Tsunami. Foto: Sule/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengucurkan Rp 42 miliar untuk recovery pariwisata Banten dan Lampung pasca tsunami.

“DAK (Dana Alokasi Khusus), Rp 9 miliar untuk Banten dan Rp 33 miliar untuk Lampung. Itu sudah bisa dieksekusi,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya di sela-sela ‘Rapat Koordinasi Pemulihan Sektor Pariwisata Selat Sunda Bangkit’ di Marbella Hotel, Anyer pada hari ini, Jumat (11/1/2019) pada awak media.

Menurut Arief, persetujuan DAK tersebut melalui Kemenpar secara teknis karena merupakan angka untuk pariwisata. Kemenpar pun akan mudah meyakinkan unit terkait seperti Bappenas untuk mencairkan dan digunakan segera.

Kondisi desa Way Muli Kecamatan Rajabasa, salah satu desa terdampak tsunami terparah. Selasa (25/12/2018).

“Detailnya sudah ada, seperti misalnya pembangunan jalan setapak, membuat amenitas, menara pandang dan lainnya,” ujar menteri asal Banyuwangi tersebut.

Tak hanya itu, Kemenpar sebelumnya juga sudah mengucurkan Rp 15 miliar untuk operasional dan koordinasi jangka pendek pasca Tsunami Selat Sunda yang menghantam Banten dan Lampung bagian selatan pada 22 Desember 2018 kemarin. Arief berharap, DAK dapat digunakan sebaik mungkin.

“Kita sudah memberikan anggaran, harap digunakan sebaik mungkin,” tutupnya. (Detik)

Tanggapan Anda: