Tokoh Dibalik Keputusan Jokowi Bebaskan Abu Bakar Ba’asyir

60
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/kota-bandar-lampung/2018-02/terkait-uu-md3-presiden-jokowi-akui-belum-tanda-tangan-01.jpg
Presiden Jokowi. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut keputusannya membebaskan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir melalui pertimbangan panjang. Ia sudah mendapat sejumlah masukan dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian hingga pengacaranya di Pilpres, Yusril Ihza Mahendra.

“Ini pertimbangan yang panjang. Pertimbangan dari sisi keamanan dengan Kapolri, dengan pakar, terakhir dengan Pak Yusril. Tapi prosesnya nanti dengan Kapolri,” ujar Jokowi kepada wartawan di Pondok Pesantren Darul Arqam, Jl Ciledug, Garut, Jawa Barat, Jumat (18/1/2019).

Ba’asyir saat ini masih berada di LP Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. Ba’asyir yang merupakan napi kasus terorisme ini direncanakan bebas tanpa syarat pekan depan.

Keputusan Jokowi membebaskan Ba’asyir karena faktor kemanusiaan. Seperti diketahui, Ba’asyir beberapa kali menjalani medical check-up di RSCM Jakarta.

“Yang pertama memang alasan kemanusiaan. Artinya beliau kan sudah sepuh. Ya pertimbangannya kemanusiaan,” kata Jokowi.

Jokowi menyerahkan hal-hal mengenai syarat pembebasan Ba’asyir kepada Jenderal Tito. “Nanti yang lebih detail tanyakan ke Kapolri,” ujar Jokowi.

Kabar rencana pembebasan Ba’asyir sebelumnya disampaikan Yusril seusai berkunjung di LP Gunung Sindur. Yusril mengatakan, setelah bebas Ba’asyir disebut akan tinggal di rumah anaknya yang berada di Solo.

“Pembebasan Ba’asyir akan dilakukan pekan depan untuk membereskan administrasi pidananya di LP. Ba’asyir sendiri minta waktu setidaknya tiga hari untuk membereskan barang-barangnya yang ada di sel penjara,” ujar Yusril dalam keterangannya.

“Setelah bebas, Ba’asyir akan pulang ke Solo dan akan tinggal di rumah anaknya, Abdul Rahim,” imbuh Yusril. (Detik)

Tanggapan Anda: