Kapolres Lampung Utara Imbau Supir Angkot Taati Rambu-rambu Lalu Lintas

59
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kapolres Lampung Utara, saat berinteraksi dengan masyarakat dan para sopir angkot di Terminal Stasiun Kotabumi, Sabtu (19/1/2019). Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Utara – Kepolisian Resor (Polres) Lampung Utara melakukan Implementasi giat 3P  (Proaktif Partnership Problem Solving) dengan para sopir angkutan umum (Angkot) di Terminal Stasiun Kotabumi.

Dalam pertemuan secara langsung oleh Kapolres Lampung Utara, AKBP Budiman Sulaksono, dengan para sopor angkot itu dan berlangsung di Terminal Stasiun Kotabumi, Sabtu (19/1/2019).

Kapolres mengatakan kegiatan tersebut sebagai ajang untuk mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan kerjasama antara Polri dan masyarakat, khusus para supir angkutan umum yang ada diwilayah hukumnya untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Lampung Utara.

Selain itu, Kapolres juga meminta kepada para sopir untuk disiplin dan tertib dalam berlalu lintas sehingga dapat meminimalisir kecelakaan lalu lintas.

“Disiplin merupakan cerminan bangsa yang bermartabat maka dari itu mari kita semua khusunya para sopir untuk menjaga kedisiplinan dalam berkendara. Dengan cara mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan melengkapi surat-surat kendaraan pada saat mengemudi berupa SIM dan STNK,” kata Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres menyampaikan di harapkannya kepada suluruh supir Angkutan Umum di Lampung Utara dapat saling menjaga situasi kamtibmas yang kondusif, sehingga ada permasalahan sekecil apapun akan bisa diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan.

“Mari kita bersama-sama menciptakan kamtibmas yang aman dan kondusif agar terciptanya Pilpres dan Pileg 2019 yang aman, damai dan sejuk di wilayah Kabupaten Lampung Utara,” ujarnya.

Disisi lain, Herman salah seorang tokoh masyarakat sebagai perwakilan dari sopir angkot mengutarakan dengan adanya kunjungan pimpinan kepolisian di daerah itu secara langsung dengan masyarakat yang tidak memilih status atau profesi pekerjaan sudah menunjukan ajakan untuk bersama-sama menciptakan kondisi kamtibmas di daerah setempat. Untuk itu sudah selayaknya masyarakat mendukung penuh dalam menciptakan keamanan di daerah tersebut.

“Sebagai masyarakat sudah jelas kita akan mendukung dalam menciptakan kondisi aman di daerah kita, dan sebagai pengemudi juga sudah jelas diatur kalau kita memnag harus taat dalam mengikuti setiap rambu-rambu lalu lintas. Itu manfaatnya bukan hanya untuk jita sendiri tapi bagi orang lain juga. Apa lagi sebagai supir angkot, kalau tidak taat aturan pasti penunpabgnya takut untuk naik mobilnya,” kata Herman. (Sarnubi) 

Tanggapan Anda: