Persoalan Oknum Hakim PN Menggala, Begini Kronologinya Menurut PT Tanjungkarang

79
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Juru bicara Pengadilan Tinggi (PT) Tanjungkarang Jesayas

Kupastuntas.co, Bandarlampung – Juru bicara Pengadilan Tinggi (PT) Tanjungkarang Jesayas Tarigan menyampaikan kronologi kejadian mengenai oknum hakim Pengadilan Negeri Menggala yang digerebek oleh masyarakat karena diduga mabuk minuman keras ditemani dua wanita yang bukan istrinya.

Semula, dua orang wanita yang diduga kuat kenal dengan oknum hakim berinisial Y tersebut melakukan dialog via telepon, Senin (14/1/2019) pukul 00.00 WIB.

“Wanita itu nelpon. Bilang ke Y untuk bertamu ke rumah dinas pada pukul 12 malam. Y pun mengamini,” kata Jesayas menyampaikan informasi yang diterimanya dari PN Menggala.

Saat kedua wanita itu bertamu, warga masyarakat setempat melakukan penggerebekan, Selasa (15/1/2019) sekitar pukul 03.00 WIB. Penggerebekan itu dimuat di dalam video yang direkam oleh warga setempat kemudian tersebar dan diterima pihak PT Tanjungkarang, Selasa (15/1/2019) siang.

Berdasarkan video yang diterima, Jesayas menyampaikan, bahwa ketika digerebek, kedua wanita itu memang terekam kamera. Kondisinya dengan busana yang lengkap.

“Dari video yang kita terima mereka berpakaian lengkap. Dan memang istri dan anaknya si Y kebetulan tidak berada di rumah dinas saat itu,” ujarnya.

Mendapat informasi itu, PT Tanjungkarang melayangkan surat pemanggilan terhadap yang bersangkutan pada Rabu (16/1/2019). Surat tersebut merupakan bentuk tindakan secara administrasi yang dilakukan PT Tanjungkarang.

“Namun yang bersangkutan tidak kunjung datang dan tanpa pemberitahuan yang jelas,” imbuhnya.

Tak lama kemudian, Mahkamah Agung melalui tim Badan Pengawas (Bawas) berjumlah empat orang ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. Tugas tersebut dilakukan terhitung dari tanggal 18 sampai dengan 22 Januari.

“PT Tanjungkarang semula sudah melakukan tindakan secara administrasi. Kemudian MA melalui tim Bawas diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan. Mereka bertugas untuk lima hari,” terangnya. (Kardo)

Tanggapan Anda: