Tim Inafis Polres Tanggamus Selidiki Penyebab Kebakaran Panglong dan Gudang Rongsokan di Kelurahan Kuripan Kotaagung

15
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Tim Inafis Polres Tanggamus Selidiki Penyebab Kebakaran Panglong dan Gudang Rongsokan di Kelurahan Kuripan Kotaagung. Foto: Sayuti/Kupastuntas.co 

Kupastuntas.co, Tanggamus – Tim Identifikasi atau yang dikenal dengan Inafis ( Automatic Finger Print Identification System) Polres Tanggamus terus menyelidi penyebab kebakaran yang menghanguskan satu gudang rongsokan dan panglong pembuatan kusen kayu, di Pedukuhan Pancawarna Kelurahan Kuripan, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, Sabtu dinihari (19/1/2019) sekitar pukul 24.20 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut namun akibat kebakaran korban Hasbi (47), pemilik panglong yang merangkap gudang tempat pembuatan kusen kayu mengalami kerugian Rp. 100 juta dan korban Dedi (46), pemilik gudang rongsokan mengalami kerugian Rp. 100 juta.

Dari pantauan dilapangan, tim inafis dipimpin Kaur Bin Ops Satreskrim Iptu Ramon Zamora  bersama Kapolsek Kotaagung AKP Syafri Lubis  menununjuk 4 titik dalam proses identifikasi serta mengambil 4 plastik sampel arang.

“Kami bersama tim inafis lnafis mendatangi dan olah TPKP diduga kebakaran bersama Kapolsek Kota Agung dan hasilnya akan kita sampaikan setelah evaluasi tim,” ungkap Iptu Ramon Zamora di lokasi olah TKP.

Kapolsek Kotaagung, AKP Syafri Lubis, menjelaskan kebakaran dilaporkan masyarakat diperkirakan terjadi pada pukul 24.20 Wib. Atas laporan tersebut pihaknya kemudian melakukan koordinasi dengan Damkar guna pemadaman.

“Tadi malam, kami juga telah mendatangi TKP dan membantu proses pemadaman yang sudah membesar,” jelas AKP Syafri Lubis.

Diterangkan AKP Syafri Lubis di tempat terbakar tesebut meliputi panglong yang juga tempat pembuatan meubel milik Hasbi serta gudang rongsokan milik Dedi di Pedukuhan Pancawarna Kelurahan Kuripan, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus,

Kapolsek menegaskan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian masing-masing kedua korban senilai Rp. 200 juta. “Korban Hasbi selaku pemilik Panglong menderita kerugian Rp. 100 juta, korban Dedi juga sekitar Rp. 100 juta,” tegasnya.

Ditambahkan Kapolsek, petugas Damkar yang datang dibantu warga berhasil memadamkan api sekitar satu jam prosesnya ditambah pendinginan hingga hingga pukul 3.00 Wib sebab banyak bahan rongsok dan kayu terbakar.

Sementara itu Hasbi selaku pemilik panglong menuturkan bahwa ia mengetahui peristiwa kebakaran itu karena mendengar tetangga berteriak-teriak. Sebab saat kejadian posisinya berada di dalam rumahnya berada di depan panglong.

“Sekitar pukul 24.20 Wib, saya mendengar teriakan tetangga dan langsung keluar melihat api telah membakar Panglong. Baru sekitar pukul 3.00 Wib api benar-benar padam,” tuturnya.

Ia menambahkan, akibat kebakaran tersebut dia mengalami kerugian barang meubelnya berupa 40 daun pintu yang siap pakai, 100 lobang kusen, 30 bingkai kaca dan kayu yang belum diproses.

Kesempatan itu Hasbi berharap bantuan pemerintah guna melanjutkan usahanya, sebab usahanya tersebut juga merupakan kayu orang lain, dimana dia hanya mengambil jasa pembuatan barang sesuai pesanan.

“Harapannya pemerintah dapat membantu kami, karena barang terbakar juga ada merupakan barang titipan orang lain yang harus diganti,” pungkasnya. (Sayuti) 

Tanggapan Anda: