Puluhan Tahun Tak Diaspal, Warga Pekon Tanjung Agung Desak Pemkab Tanggamus Bangun Jalan

33
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kondisi Jalan Pekon Tanjung Agung, Tanggamus. Foto: Sayuti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus – Warga Pekon Tanjung Agung, Kecamatan Kotaagung Barat, Kabupaten Tanggamus mendesak Pemkab Tanggamus segera membangun jalan menuju pekon tersebut. Jalan sepanjang 7 kilometer menuju Tanjung Agunh belum pernah di aspal. Dampaknya, selain terisolir, kehidupan warga masih berkutat dengan kemiskinan, akibat sulit menjual hasil kebun dan hasil laut.

Padahal jalan yang sebagian besar masih merupakan jalan tanah dengan lebar tiga meter itu merupakan satu-satunya akses menuju Pekon Tanjung Agung, serta jalan satu-satunya untuk menjual hasil pertanian, hasil nelayan maupun berangkat ke sekolah bagi anak-anak pekon tertinggal tersebut, yang letaknya berada di pesisir pantai Teluk Semaka, serta dikelilingi tanggul penahan banjir dan muara sungai.

Kondisi jalan desa yang rusak, tak jarang membuat para pengendara jalan harus mengalami banyak kerugian. Baik itu kerugian akibat kendaraan yang cepat rusak maupun kesulitan medan yang dilalui. Bahkan, akibat jalan tanah yang rusak, wilayah Pekon Tanjung Agung selama bertahun-tahun tidak bias dituju menggunakan mobil. Satu-satunya moda angkutan adalah ojek atau menggunakan perahu melalui lautan.

Padahal, letak Pekon Tanjung Aging hanya sekitar 5 kilometer dari pasar Wonosobo, Kecamatan Wonosobo, atau 7 kilometer dari jalan linmtas barat (Jalinbar) yang hiruk-pikuk oleh arus kendaraan yang padat di Jalinbar.

“Inilah ironinya kondisi pekon kami. Letaknya hanya tujuh kilometer dari pasar Wonosobo.  Tetapi dari dulu hingga sekarang, jalan ini sama sekali tidak pernah diaspal,” kata Lukman (63), tokoh masyarakat setempat, Minggu (20/1/2019).

Menurut Lukman, yang pernah menjabat sebagai kepala Pekon Tanjung Agung selam dua periode ini, kondisi jalan yang tidak pernah diaspal membuat banyak warga yang sering bertanya kepadanya apakah Pekon Tanjung Agung itu  masih masuk wilayah Kabupaten Tanggamus. “Penyebabnya itu tadi, jalan rusak tak pernah diaspal,” kata dia.

Senada dengan itu, Asep (31), warga lainnya mengutarakan, akibat kondisi jalan yang rusak parah dan tak pernah diaspal membuat kehidupan hampir 80 % warga Pekon Tanjung Agung, berada dibawah garis kemiskinan. Padahal, hasil-hasil pertanian seperti padi, kelapa, pisang termasuk hasil laut seperti ikan banyak berasal dari Pekon Tanjung Agung.

“Dampak lain dari jalan rusak adalah tingginya angka putus sekolah di desa kami. Karena untuk sekolah ke SMP atau SMA harus ke Kecamatan Wonososbo atau ke Kotaagung, melalui jalan rusak itu. Anak-anak jadi malas, selain itu jalan rusak dimanfaatkan penjahat beraksi, banyak yang jadi korban todong atau kriminalitas,” kata Asep yang juga aparat pekon setempat.

Sementara, beberapa warga mengaku pernah mendengar isu bahwa jalan ini akan diaspal. Namun dari tahun ke tahun yang ditunggu tak kunjung terjadi. Hal ini membuat warga putus asa. Untuk itulah pemerintah pekon bersama warga terus berusaha mengatasi kekurangan yang mereka terima.

“Kami mohon dengan amat sangat kepada Bupati Tanggamus, Bunda Hajah Dewi Handajani dan Wakil Bupati, Bapak Syafi’i untuk bisa merealisasikan harapan dan impian kami warga Tanjung Agung ini,” harap Dedi, seorang pemuda warga setempat.

Menurut Dedi, masyarakat sangat berharap kepada pemerintah kabupaten Tanggamus untuk dapat mengaspal jalan tersebut.

“Kami sangat berharap jalan ini dapat diaspal, sebab ini adalah merupakan urat nadi aktivitas masyarakat mulai dari mencari nafkah hingga pendidikan, sebab jika dibiarkan begini maka dari hari ke hari tentu kondisinya akan semakin parah,” katanya. (Sayuti)

Tanggapan Anda: