Bengkulu Utara Study Banding Budidaya Ikan Patin ke Pringsewu

13
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Pertukaran cinderamata antara Wakil Bupati Pringsewu dan Kadis Perikanan Kabupaten Bengkulu Utara. Foto : Ist

Kupastuntas.co, Pringsewu – Setelah beberapa waktu lalu Bupati beserta para kepala desa dan petani ikan di Kabupaten Bengkulu Selatan melakukan kunjungan studi ke kawasan Minapolitan Pagelaran, Pringsewu, kali ini giliran para peserta Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI dari kawasan Minapolitan Kabupaten Bengkulu Utara yang melakukan kunjungan ke kawasan Minapolitan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Lampung.

Kunjungan tersebut adalah dalam rangka mempelajari sistem pembudidayaan ikan patin di Kabupaten Pringsewu yang dinilai cukup berhasil.

Rombongan peserta KUR BNI dari Bengkulu Utara, dipimpin oleh Kadis Perikanan Kabupaten Bengkulu Utara Santoso, disambut dan diterima oleh Wakil Bupati Pringsewu Dr.H.Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A. didampingi Kadis Perikanan Kabupaten Pringsewu M.Yusuf, Kadis Kominfo Kuddus Heriyanto, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Pringsewu H.Ibnu Harjianto, Camat Pagelaran Bahrudin, Kepala Pekon Lugusari Sarjono beserta sejumlah pembudidaya dan petani ikan di Pekon Lugusari, Kecamatan Pagelaran, Pringsewu, Kamis (17/1).

Menurut Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bengkulu Utara Santoso, tujuan kedatangannya bersama para petani ikan patin yang merupakan peserta KUR BNI di Bengkulu Utara yang berjumlah 13 orang ini, adalah ingin mempelajari keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai oleh Kabupaten Pringsewu dalam hal pembudidayaan ikan patin, dimana pihaknya juga melakukan kerjasama dengan PT. CP Prima.

“Sudah lazim dialami oleh para petani ikan dimana-mana, bahwa permasalahan yang dialami oleh para petani atau pembudidaya ikan patin di Bengkulu Utara pun sama yakni masalah pemasaran,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pihaknya yang belum memiliki pengalaman, mengharapkan bimbingan dari rekan-rekan di Pringsewu, sehingga harapannya kedepan budidaya ikan patin di Bengkulu Utara juga bisa berkembang seperti di Pringsewu. Namun ia memastikan, hal tersebut bukan untuk menyaingi Pringsewu yang memang sudah terkenal sebagai Sentra Perikanan Air Tawar.

Santoso juga menyampaikan ucapan terima kasih atas penerimaan serta sambutan yang luar biasa dari Wakil Bupati beserta jajaran Pemkab Pringsewu dan masyarakat Lugusari kepada dirinya beserta seluruh rombongan dari Kabupaten Bengkulu Utara, sekaligus ia mengundang jajaran Pemkab Pringsewu dan para petani ikan untuk dapat pula datang ke Bengkulu Utara.

Sementara itu, Wakil Bupati Pringsewu Dr.H.Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A. dalam sambutannya juga mengucapkan terimakasih atas kepercayaan Pemkab Bengkulu Utara dan para pembudidaya ikan patin di Bengkulu Utara kepada Kabupaten Pringsewu yang telah dipilih sebagai tempat untuk melakukan pembelajaran bagaimana membudidayakan ikan patin.

Dikatakan Fauzi, pada prinsipnya Pemerintah Kabupaten Pringsewu dan seluruh masyarakat Pringsewu siap membantu apa yang dibutuhkan rombongan petani ikan patin dari Bengkulu Utara selama kunjungan studi banding di Pringsewu.

Menurutnya, usaha budidaya ikan patin sangat menjanjikan, terlebih kebutuhan dan permintaan ikan patin ini sangat besar dan tidak putus-putus. Pemanfaatan BUMDes dalam usaha budidaya ikan patin juga bisa dilakukan.

Kabupaten Pringsewu, lanjut wabup, tidak memiliki laut, sehingga pihaknya berkonsentrasi pada pengembangan perikanan air tawar. Di Pekon Lugusari ini saja, kata dia, luas kolam untuk pembudidayaan ikan patin mencapai 33 hektar.

Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan tukar menukar cinderamata antara Wakil Bupati Pringsewu dan Kadis Perikanan Kabupaten Bengkulu Utara, serta dilanjutkan dengan meninjau kegiatan panen ikan patin di salah satu kolam milik petani ikan setempat. (Manalu)

Tanggapan Anda: