Destinasi Wisata di Lampung Barat Belum Mampu Dongkrak PAD

36
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kebun Raya Liwa, salah satu objek wisata di Lampung Barat. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Barat – Kabupaten Lampung Barat (Lambar) memiliki segudang potensi wisata. Namun sayang, potensi wisata itu hingga saat ini belum mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pasalnya,  dari sekitar 70 titik objek wisata yang ada, hanya lima lokasi yang pengelolaannya menjadi hak Pemkab, sedangkan sisanya milik masyarakat, dan milik Kehutanan, termasuk TNBBS.

Kabid Destinasi Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Lambar, Cekden Hamdan mengatakan, potensi wisata yang lokasinya berada dalam kawasan hutan pengelolaannya menjadi kewenangan pihak Dinas Kehutanan. Demikian juga objek wisata dalam kawasan TNBBS juga menjadi hak pihak TNBBS.

“Dari puluhan objek wisata di Lambar sampai saat ini hanya lima lokasi objek wisata yang statusnya menjadi milik Pemkab dan dapat dikelola oleh Pemkab,” ujarnya, Kamis (17/1/2019).

Kelima objek wisata milik Pemkab itu adalah wisata arung jeram atau rafting di Sumberjaya, objek wisata rest area, kawasan Kebun Raya Liwa, kawasan terpadu Lumbok Seminung, dan kampung kopi. Kemudian, ditambah objek wisata Bawang Bakung/Negeri di Atas Awan yang saat ini direncanakan akan dihibahkan masyarakat.

“Dari sejumlah objek wisata itu, sampai saat ini baru objek wisata arung jeram dan kawasan terpadu Lumbok Seminung Resort yang telah memberikan kontribusi bagi PAD, yang tahun lalu pencapaian retribusi sewa perahu karet wisata arung jeram mencapai Rp940 ribu. Kemudian, retribusi kendaraan masuk kawasan wisata Seminung Lumbok Resort Rp400 ribu,” tambahnya.

Masih rendahnya pemasukan dari hasil pengelolaan objek wisata itu, kata dia, karena Pemkab saat ini belum menetapkan retribusi masuk kawasan tersebut karena masih fokus pada upaya pengembangan.(Lp)

Tanggapan Anda: