Diduga Depresi, Warga Pasarmadang Kotaagung Nekat Bunuh Diri dengan Mengiris Urat Nadi

239
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Novel yang diduga tewas bunuh diri saat disemayamkan di rumah duka. Foto : Sayuti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus – Entah apa yang merasuki diri dan pikiran  Novel Murni (25), karena ia nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menyayat urat nadi tangannya dan menegak cairan racun serangga, dirumah kerabatnya di RT. 9 Muara Indah Kelurahan Baros, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, Kamis (10/1/2019) sekitar pukul 19.00 WIB.

Urat nadi tangan kiri korban yang merupakan warga Lingkungan Way Taman Kelurahan Pasarmadang, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus itu masih basah dengan darah segar yang membasahi kursi dan lantai rumah kerabatnya. Diduga ia nekat mengakhiri hidupnya karena depresi urusan keluarga.

Novel ditemukan pertama kali oleh Riki Alisabana (18) saat ia pulang ke rumah di RT.9 Muara Indah Kelurahan Baros, Kecamatan Kotaagung, Kamis (10/1/2019) sekitar pukul tujuh malam. Saat ditemukan korban dalam posisi duduk bersandar dan kondisi tangan kiri tersayat dan mulut berbusa.

Riki bersama adiknya kemudian memindahkan korban ke sofa serta menghubungi kakak ipar korban, sekitar pukul 19.30 WIB korban dievakuasi ke Klinik Alhafa Medika Kotaagung.

Aparat Polsek Kotaagung yang menerima laporan adanya dugaan bunuh diri tersebut dari masyarakat, langsung menuju TKP dan meminta sejumlah keterangan saksi-saksi.

“Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, Novel Murni merupakan korban bunuh diri dengan kondisi urat nadi sebelah kirinya putus dan mulut berbusa diduga meminum racun serangga, saat berada di rumah kerabatnya di kawasan Muara Indah Kelurahan Baros, Kecamatan Kotaagung pada Kamis (10/1/2019) malam,” kata Kapolsek Kotaagung, AKP Syafri Lubis mewakili Kapolres Tanggamus, AKBP Hesmu Baroto, SIK. MM,  Jumat (11/1/2019).

Dugaan korban bunuh diri, kata AKP Syafri Lubis dikuatkan dengan keterangan paramedis Klinik Alhafa Medika. Dama dari hasil rekam medik, di tangan dalam keadaan sudah tidak ada nadi, detak jantung terhenti dan tampak tangan sebelah kiri luka teriris dengan ukuran kurang lebih 8 centimeter serta badan lemas kehabisan darah.

“Adapun perbuatan korban diduga dilatarbelakangi masalah keluarga, namun petugas tidak mengetahui akar masalah tersebut,” kata dia.

Setelah korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak medis, korban langsung dibawa pihak keluarga ke rumah mertuanya di Kelurahan Pasarmadang.

“Keluarga telah menerima kematian korban sebagai musibah,” ujar Syafri Lubis.

Kapolsek AKP Syafri Lubis menghimbau masyarakat untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dan tidak menutup diri dari lingkungan, agar hal serupa tidak terjadi lagi.

“Jika ada masalah sebaiknya dikomunikasikan dengan keluarga, teman atau bahkan ada Bhabinkamtibmas yang dapat membantu memecahkan masalah di lingkungannya masing-masing. Dan yang lebih penting dekatkan diri kepada Tuhan,” pungkasnya.

Ketua RT 13, Kelurahan Pasarmadang, Warsito, Jumat malam (11/1/2019) mengatakan korban Novel telah dimakamkan di Kecamatan Pulaupanggung.

“Sepertinya ada permasalahan keluarga, cuma saya kurang tahu juga permasalahan yang seperti apa, yang jelas korban ini sudah mempunyai istri, usia pernikahannya sudah empat tahun namun belum mempunyai anak, ” kata dia. (Sayuti)

Tanggapan Anda: