Inspektorat Tubaba Tegaskan Kasus Dana Desa 10 Tiyuh Harus Ditangani Penegak Hukum

107
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Tulangbawang Barat – Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa pada 10 tiyuh di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) belum juga ada kabarnya dari Aparat Penegak Hukum (APH) yakni Polres Tulangbawang. Padahal, Inspektorat kabupaten setempat memastikan perkara itu sudah selayaknya ditangani secara hukum.

Dikatakan oleh Aprizal PH, Inspektur Pembantu (Irban) IV pada Inspektorat Kabupaten Tubaba, ia hanya membidangi wilayah Kecamatan Tulangbawang Tengah dan Batu Putih. Pada 10 tiyuh yang dilaporkan, Aprizal menjelaskan untuk Kecamatan Batu Putih yakni Tiyuh Toto Wonodadi dan Margodadi sudah selayaknya diproses secara hukum.

“Dana desa itu kan setiap tahun anggaran, per 31 Desember seluruh kegiatan harus selesai. Nah, jika tidak selesai maka kegiatan yang belum dilaksanakan akan dihitung dan diberikan waktu selama 60 hari untuk pengembalian dana ke kas negara,” ungkap Aprizal diruang kerjanya, Selasa (8/1/2019).

Aprizal menegaskan, Inspektorat terus melakukan monitoring dan pemeriksaan reguler hingga turun langsung ke lapangan. Sehingga, apabila dalam waktu yang telah ditentukan tersebut masih saja dana itu tidak dikembalikan ke kas negara maka penegak hukum harus memproses secara hukum.

“Nah, contohnya Tiyuh Toto Wonodadi itu kan masalahnya pembangunan per 31 Desember 2017 lalu tidak selesai, kami turun bulan April 2018 juga belum selesai. Maka kami rekomendasikan untuk pengembalian uang ke kas negara. Sampai saat ini juga belum dikembalikan, “ujar dia.

Aprizal menambahkan semua tiyuh pun diberlakukan seperti itu sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Ya, kalau ada yang nyuruh kalau belum selesai maka bisa menyusul pembangunannya itu di luar konteks kami, itu kebijakan siapa kami nggak tau. Yang jelas, akhir tahun pekerjaan pada dana desa harus selesai, jika tidak maka kami rekomendasikan untuk pengembalian uang ke kas negara selama 60 hari, masih saja tidak dikembalikan maka penegak hukum yang melakukan pengusutan,” tegasnya.

Sebelumnya, 10 tiyuh diduga merugikan negara dan dilaporkan terkait dugaan KKN Dana Desa dari empat kecamatan di Kabupaten Tubaba ke Polres Tulangbawang pada Bulan April tahun 2018 lalu, yakni Tiyuh Sumber Rejo, Margo Mulyo, Gunung Menanti, dan Margo Diadi Kecamatan Tumijajar.

Tiyuh Pagar Buana dan Indraloka Jaya Kecamatan Waykenanga; Toto Wonodadi dan Margodadi Kecamatan Batu Putih; serta Mulya Sari dan Suka Jaya Kecamatan Gunung Agung. (Irawan/Bas/Lucky)

Tanggapan Anda: