Jaga Stabilitas Harga Beras, Bulog Divre Lampung Luncurkan Program KPSH 2019

15
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Launching program KPSH beras medium tahun 2019 di gudang Bulog, Campang Raya, Kamis (3/1/2018). Foto: Erik/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandarlampung – Guna menstabilkan harga beras di tingkat konsumen sehingga tidak terjadi lonjakan harga, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Divre Lampung meluncurkan program ketersediaan pasokan dan stabilitas harga (KPSH) beras medium tahun 2019.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Perum Bulog Divre Lampung M. Attar Rizal saat launching program KPSH beras medium tahun 2019 di gudang Bulog, Campang Raya, Kamis (3/1/2018).

“Mengingat program KPSH tahun 2018 lalu terbilang sukses, maka kegiatan ini masih berlanjut sampai ada instruksi lebih lanjut dari pemerintah,” ujar Attar.

Dikatakannya, dalam program ini Bulog Divre Lampung mendistribusikan beras kepada pedagang di beberapa pasar tradisional dengan harga sebesar Rp8.550/Kg. Adapun sejumlah pasar yang dimaksud adalah pasar panjang, pasar kangkung dan pasar tugu.

Attar mengungkapkan, stok beras yang dimiliki oleh Bulog pada awal 2019 sebanyak 67.872 ton, jumlah itu diyakini dapat mencukupi kebutuhan Lampung hingga 12 bulan ke depan.

“Untuk itu masyarakat tidak perlu khawatir dan diimbau untuk tidak melakukan aksi borong di pasar, karena stok cadangan beras pemerintah cukup,” jelasnya.

Selanjutnya Attar menuturkan, pada tahun ini Bulog menargetkan dapat menyerap beras sebanyak 102 ribu ton dari petani lokal. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu, di mana serapan beras Bulog Lampung pada 2018 terealisasi 81 ribu ton berasal dari stok-stok dan produksi lokal petani Lampung dari berbagai kabupaten/kota.

Lebih lanjut Attar memaparkan, realisasi bansos rastra di tahun 2018 sebanyak 62.215 ton dan kegiatan OP yang terealisasi 15.075 ton beras.

Hal tersebut, kata Attar, berimbas pada inflasi Lampung yang berada di bawah nilai nasional dan beras menyumbang nilai deflasi Lampung sebesar 0,05% berdasarkan data yang dirilis oleh BPS pada Rabu (2/1) lalu. Menurutnya, hal itu berarti Bulog berhasil menjaga kestabilan harga beras di pasar khususnya beras medium.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung Satria Alam menyambut baik kegiatan launching program ketersedian pasokan dan stabilitas harga beras medium tahun 2019 oleh Bulog Divre Lampung.

“Saya berharap, beras-beras medium yang disalurkan ke pasar-pasar ini bisa membatu kebutuhan masyarakat dan menjaga stabilisasi harga beras dalam satu tahun ke depan,” harapnya. (Erik)

Tanggapan Anda: