Kasus Serupa Tak Pernah Terungkap, Diduga Jadi Sebab Teror di KPK Berlanjut

31
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Rumah bagian belakang kediaman wakil ketua KPK La ode Muhamad Syarif, di jalan Kalibata Selatan no.42 C RT/RW 01/03 Kel. Kalibata kec. pancoran, Jakarta Selatan. Foto : Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz menilai teror terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak akan berhenti selama kasus sejenis terhadap lembaga itu tidak terungkap. Pernyataan Donal menanggapi teror bom di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif pada Rabu (9/1).

Donal mengungkapkan serentetan teror pernah dialami oleh lembaga antirasuah itu. Pada 2008, ujar dia, gedung KPK pernah menerima ancaman peletakan bom, setahun setelahnya KPK juga menerima telepon dengan ancaman yang sama. Paling baru, pada April 2017, Penyidik KPK Novel Baswedan juga mengalami teror berupa penyiraman air keras di depan rumahnya.

“Ini akan terus menjadi teror kalau pelaku teror itu tidak pernah terungkap secara hukum,” ujar Donal di kantor ICW, Jakarta, Rabu (9/1).

Menurut dia, dari sisi eksternal dalam hal ini kepolisian, dan internal KPK harus melakukan segala upaya untuk mengungkap dalang dari teror ini. KPK, ucap dia, harus melakukan penilaian (assessment) internal guna mencari tahu potensi penyebab terjadinya teror penyerangan di rumah dua pimpinannya.

“Eksternal polisi bekerja tapi internal penting lakukan assesment di mana pemicu teror apakah terkait perkara tertentu atau tidak,” ujar dia.

Lebih lanjut, menurut dia, banyak spekulasi yang berkembang terkait teror ini. Kaitannya bisa panjang, mulai dari kasus-kasus yang tengah berjalan, kasus-kasus yang masih dalam tahapan penyelidikan, hingga dikaitkan dengan debat calon presiden dan wakil presiden 2019 pada Kamis (17/1) mendatang.

“Bisa diarahkan ke spekulasi politik bisa ke spekulasi penegakan hukum yang dilakukan oleh KPK untuk menghindari banyak spekulasi dan giringan politik butuh kerja cepat dari penegak hukum untuk bongkar kasus ini khususnya kepolisian sehingga menghindari spekulasi politik keamanan dalam negeri sampai penegakan hukum di kasus ini,” ujar dia.

Selain itu, menurut dia teror ini merupakan bukti bahwa KPK sedang bekerja. Ia mengatakan kasus-kasus semacam ini tidak boleh menyurutkan KPK untuk tetap memberantas korupsi di negeri ini.

“Teror ini bukti KPK bekerja, kalau enggak bekerja enggak akan ada teror untuk apa orang meneror, teror kan dalam kondisi ada yang terancam terganggu terusik,” ucapnya.

Sebelumnya, rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarief di Kalibata, Jakarta dilempar bom molotov pada Rabu dini hari. Tak berapa lama rumah Ketua KPK Agus Rahardjo di Bekasi, Jawa Barat juga dilempar bom molotov.

Polisi menyatakan dari pantauan kamera pengawas di rumah Laode, ditemukan orang yang mencurigakan di depan rumah sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. (cnn)

Tanggapan Anda: