Nekat Terabas Hutan Sendirian, Karyawan TWNC Ditemukan Tewas Mengenaskan Diserang Harimau

182
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/kota-bandar-lampung/2018-01/polisi-kantongi-identitas-pelaku-pembunuhan-mayat-bersimbah-darah-di-daerah-sukarame-ii-01.jpg
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Tanggamus – Edi (40), seorang karyawan Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), ditemukan tewas mengenaskan diduga akibat diserang harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae), di hutan perbatasan Kabupaten Tanggamus dengan Pesisir Barat, di Cuku Reda, pada Selasa (15/1/2018).

Korban ditemukan dengan bekas luka di tengkuk kepala dan bagian tubuh lainnya di Kawasan TWNC, tepatnya di Cuku Reda Pekon Way Haru, Kecamatan Pesisir Barat (perbatasan Kabupaten Tanggamus dengan Pesisir Barat), Rabu (16/1/2019).

Informasi yang berhasil dihimpun Kupastuntas.co, sejak Rabu (16/1/2019), korban Edi bersama dua warga Pemekahan Pekon Way Haru, Kecamatan Bengkunat, Pesisir Barat hari itu, Selasa (15/1/2019) hendak ke Pekon Tampang Tua, Kecamatan Pematangsawa, Kabupaten Tanggamus melalui rute tradisional menerabas pinggir hutan dan pantai.

Tetapi dua warga lainnya memilih kembali pulang saat mengetahui sungai yang hendak mereka seberangi meluap (banjir). Tapi korban Edi tetap melanjutkan perjalanan seorang diri, karena dia hendak menyusul istrinya yang pulang dari bekerja di luar negeri dan minta dijemput korban di Pekon Tampang Tua.

“Istri korban mau pulang ke Pemekahan naik kapal laut dan turun di Tampang karena tidak ada kapal angkutan sampai ke Belimbing. Korban saat itu bermaksud nyusul istrinya di Tampang,” kata Eko, salah seorang kerabat korban.

Tapi nahas, saat korban melintas di hutan Cuku Reda yang merupakan sarang dan tempat beristirahat  harimau liar, karena dilokasi ditemukannya tubuh korban terdapat jejak kaki dan bekas cakaran harimau, korban diserang si raja rimba, dengan bekas luka di tengkuk kepala dan perut tercabik, dan salah satu tangannya hilang serta luka dibagian tubuh lainnya.

Terpisah, Ujang Suryadi dari Yayasan Badak Indonesia (Yabi) Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BBTNBBS) mengaku sudah menerima laporan adanya serangan harimau Sumatera terhadap warga Pemekahan. “Iya saya sudah mendapat informasi itu. Infonya masyarakat tersebut melintas didalam hutan kawasan Taman Nasional sendiri, yang itu nggak boleh,” tulis Ujang dalam pesan Whatsappnya.

Seharusnya, kata Ujang, korban tidak melintas sendirian di wilayah hutan yang merupakan sarang harimau Sumatera. “Karena Way Haru-Tampang itu kawasan rumah harimau,” tulisnya lagi.

Penanggungjawab Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), Teguh Wardoyo mengatakan sebelumnya sudah ada peraturan untuk tidak melintas pada jam-jam harimau atau satwa liar lainnya aktif hilir mudik di koridor satwa. Selain itu, korban sudah diingatkan untuk tidak berjalan sendiri. Namun, peringatan ini tidak diindahkan.

“Korban sudah diingatkan jangan berjalan sendiri, namun tidak peduli,” kata Teguh dalam keterangan resminya, Kamis, 17 Januari 2019.

Teguh menjelaskan korban ditemukan di sarang harimau. Hal ini terlihat dari jejak yang ada di lokasi. Guna mencegah hal ini terjadi lagi, Teguh mengimbau seluruh warga untuk waspada terutama yang tinggal dekat kawasan tersebut.

“Kami meminta warga untuk selalu waspada terjadinya konflik susulan. Terutama warga yang tinggal dekat kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan,” kata Teguh. (Sayuti)

Tanggapan Anda: