Pileg 2019, Jumlah Pemilih Tambahan Lampung Tidak Signifikan

21
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/16-8.jpg
Pileg 2019

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Komisi Pemilihan Unum (KPU) Provinsi Lampung merilis rekapitulasi data sementara Datar Pemilih Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK) untuk Pemilu 2019. Hasilnya, jumlah DPTb dan DPK tidak terlalu signifikan.

Komisioner KPU Provinsi Lampung Divisi Data Handi Mulyaningsih menerangkan, jumlah pemilih tambahan untuk Pemilu 2019 melalui DPTb dan DPK tidak terlalu signifikan.

Handi mengatakan, untuk DPTb yang sudah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) namun melakukan pindah pemilih dari Tempat Pemilihan Suara (TPS)  pada 17 April mendatang, berjumlah 902 pemilih. Sedangkan untuk Daftar Pemilih Khusus (DPK) di mana calon pemilih yang sudah memiliki e-KTP namun tidak terdaftar dalam DPT berjumlah 318 pemilih se-Provinsi Lampung.

“Saat ini kita fokuskan untuk mendata tempat-tempat kos atau asrama baik pelajar maupun mahasiswa, karena pada 17 April mendatang masih dalam waktu perkuliahan. Oleh karena itu, kita akan fokus pendataan di sana,” ungkapnya, Minggu (20/1/2019).

Handi juga mengungkapkan, KPU masih terus melakukan koordinasi dengan Disdukcapil, yang sampai saat ini masih melakukan perekaman data e-KTP di Lapas.

“Setelah ini kita juga akan melakukan pengecekan di Disdukcapil, karena kalau sudah data berarti sudah bisa dipindahkan memilihnya di TPS yang ada di Lapas,” ungkapnya.

Handi mengaku, pendataan DPTb dan DPK sebenarnya telah dilakukan sejak diplenokan penyempurnaan DPTHP tahap 2 pada Desember 2018 lalu. Namun untuk pleno DPTb dan DPK akan digelar pada 12 Maret 2019 mendatang, karena batas waktu untuk melakukan pindah memilih adalah satu bulan sebelum hari pemilihan yakni 17 April 2019.

“Tetapi kalau untuk jumlah, penambahannya tidak banyak. Karena untuk pemilih DPK nanti berisikan pemilih yang baru mendapatkan e-KTP setelah penetapan DPT. Sehingga baru bisa didata. Nantinya, pemilih yang masuk DPK bisa memilih dengan membawa e-KTP ke TPS. Kalau masyarakat yang sudah masuk dalam DPT kan dapat undangan C6 dari KPPS untuk memilih. Kalau DPK bisa membawa e-KTPnya,” ujarnya.

Terkait fasilitas untuk pemilih yang melakukan pindah memilih, Handi mengatakan akan disediakan KPU minimal 1 bulan sebelum pemilihan, terkecuali untuk pemilih yang dalam keadaan sakit.

Handi melanjutkan, jika ada pemilih yang sakit, akan ada pengecualian. Karena KPU akan tetap melayani pindah memilih hingga H-1. Bagi pemilih yang belum sempat melapor, namun sudah punya A5 (formulir pindah memilih) maka di TPS tujuan bisa menunjukan langsung pada panitia di TPS.

“Namun kami berharap yang pindah memilih karena kerja, bisa mengurusnya dari sekarang. Sehingga ada kepastian bagi KPU dalam memanajemen dan menata pemilih yang pindah memilih akan ditempatkan di TPS mana saja. Sehingga manajemen surat suara akan dipastikan dengan cepat,” tandasnya. (Sule)

Tanggapan Anda: