Sempat Menurun Pasca Tsunami, Produksi Teri Asin di Pulau Pasaran Berangsur Normal

9
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Produksi teri asin di Pulau Pasaran. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandarlampung – Setelah sebelumnya sebagian pengrajin teri asin di Pulau Pasaran, Kelurahan Kota Karang, Kecamatan Teluk Betung Timur, Bandar Lampung, sempat menghentikan produksinya karena bencana tsunami Selat Sunda beberapa waktu lalu, saat ini produksi teri asin di sana mulai berangsur membaik.

Salah satu pengrajin teri asin di Pulau Pasaran, Sarnoto, mengatakan, seminggu pertama pasca tsunami, hasil produksi teri asin memang tidak banyak sebab tidak banyak pula nelayan yang melaut. Meski demikian, ia mengaku kalau dirinya tidak menghentikan produksi walaupun ada imbauan untuk menjauhi pesisir pantai.

“Saya tidak menghentikan produksi dari awal tsunami hingga kini,” katanya, Selasa (8/1/2018).

Ia melanjutkan, dalam minggu terakhir ini, produksi teri asin Pulau Pasaraan mulai berangsur meningkat, mengingat sebagian nelayan sudah ada yang memberanikan diri untuk melaut.

“Memang masih ada sejumlah warga yang masih mengungsi. Tapi kebanyakan warga sini sudah pada pulang dan sudah mulai produksi,” katanya.

Pengrajin teri asin lainnya, Tarbizi, pun mengungkapkan hal serupa. Pengrajin yang sempat menghentikan sementara produksinya pasca tsunami ini mengatakan, sudah sejak seminggu lalu warga sudah mulai produksi teri asin.

Tarbizi menjelaskan, satu minggu pasca tsunami, kegiatan produksi dilakukan dari pagi hingga sore hari. Kemudian pada malam harinya, sebagian mereka mengungsi. Selain itu, ada juga beberapa pengrajin yang menghentikan sementara produksinya.

“Seminggu ini sebagian warga sini sudah mulai pulang dan produksi seperti biasanya. Nggak nyaman juga kalau terlalu lama di pengungsian. Kalau tidak produksi, tidak ada penghasilan,” tuturnya.

“Keliatannya juga sudah aman, nelayan juga sudah ada yang turun (melaut),” katanya lagi. (Farhan)

Tanggapan Anda: