Warga Bandar Lampung Berharap Underpass Unila Atasi Kemacetan

23
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Walikota Herman HN saat meninjau proyek pembangunan Underpass Unila. Foto dibidik Rabu (2/1/2018). Foto: Farhan/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandarlampung – Warga Bandar Lampung berharap pembangunan Underpass Unila di Jalan Z.A. Pagaralam, Bandar Lampung, dapat menjadi salah satu solusi mengatasi kemacetan.

Pasalnya, proyek pembangunan pengerjaan Underpass tersebut sudah memasuki tahap finishing dan akan diresmikan dalam waktu dekat ini.

Berdasarkan pantauan Kupas Tuntas di lokasi, Kamis (10/1/2019), jalur bawah Underpass sudah dapat dilalui kendaraan, baik dari arah Tanjungkarang menuju Rajabasa maupun sebaliknya.

Sementara pada beberapa bagian lainnya seperti bagian atas penyeberangan dan sisi kanan kiri jalan, para pekerja masih tampak terus mengebut pekerjaan.

Salah seorang warga Jalan Kopi, Rajabasa, Ega, berharap dengan selesainya pembangunan Underpass tersebut dapat benar-benar menjadi solusi masalah kemacetan yang kerap terjadi di daerah tersebut.

“Ya semoga nggak macet lagi, karena selama pembangunan setahun ini kan macet di situ,” kata dia kepada Kupastuntas.co, Kamis (10/1/2019).

Selain itu, Ega juga berharap dengan selesainya pembangunan Underpass Unila ini sesuai dengan yang diharapkan dan jangan sampai menimbulkan masalah baru.

“Rambu-rambu lalu lintasnya juga kalau bisa segera dipasang dan disosialisasikan, supaya nanti yang lewat nggak bingung,” ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan Rocky. Mahasiswa Unila ini juga berharap agar rambu-rambu rekayasa lalu lintas di Underpass Unila segera dipasang.

Menurutnya, dalam beberapa hari terakhir ini beberapa kendaraan terutama kendaraan roda dua sudah ada melintas menyeberang lewat atas underpass, dari arah Unila belok kanan langsung ke arah rajabasa.

“Saya juga belum tau kalau dari arah Unila nggak boleh langsung belok kanan ke arah Rajabasa lewat atas Underpass. Jadi tadi saya ngikutin orang lain nyebrang lewat atas, sudah banyak yang lewat memang,” ujar mahasiswa yang setiap hari melewati lokasi pembangunan Underpass.

Ia mengatakan, kalau memang bagian atas underpass belum selesai dikerjakan sebaiknya ditutup terlebih dahulu agar tidak dilalui pengendara. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan agar tidak mengganggu pekerja.

“Ya sebaiknya ditutup dulu yang di atas supaya nggak dilewati kendaraan. Terutama pas lagi sepi banyak yang menyeberang lewat atas,” pungkasnya. (Farhan)

 

Tanggapan Anda: